Proposal Sudan Selatan belum ditanggapi Sudan

Selasa, 24 Juli 2012 - 11:04 WIB
Proposal Sudan Selatan...
Proposal Sudan Selatan belum ditanggapi Sudan
A A A
Sindonews.com – Proposal yang diajukan Sudan Selatan belum ditanggapi Sudan. Saat ini, Sudan sulit menerima proposal penawaran yang diajukan Sudan Selatan, pasalnya negara ini tidak ingin kehilangan wilayah minyaknya lebih dari sepertiga ladang minyak yang dimiliki.

Selain itu, Sudan juga menolak menyelenggarakan pemerintahan bersama di wilayah yang dipersengketakan seperti di wilayah Heglig, perbatasan di kedua negara. Namun, Pemerintah Sudan Selatan dalam proposal itu menegaskan, persengketaan wilayah harus diselesaikan dengan cara demiliterisasi dan pengaturan bersama sampai status kepemilikan diputuskan.

Seperti dilansir dalam BBC.co.uk, Selasa (24/7/2012) Setelah Sudan Selatan memerdekakan diri dari Sudan, masih banyak masalah persengketaan yang belum diselesaikan kedua belah pihak. Keduanya berselisih tentang kepemilikan ladang minyak, pembayaran transportasi, dan pembagian hutang nasional.

Kemerdekaan Sudan Selatan membuat Sudan harus kehilangan sepertiga dari wilayah ladang minyaknya. Biaya kompensasi yang diajukan Sudan Selatan dalam proposal terakhir naik sebesar USD6 miliar dari biaya yang diajukan sebelumnya yaitu USD2,6 miliar.

Di halaman 67 dokumen tersebut juga dibahas mengenai pengaturan keamanan dan perbatasan, termasuk mekanisme arbitrase untuk menentukan kepemilikan beberapa wilayah yang telah menjadi sumber persengketaan bagi keduanya.
()
Berita Terkait
5 Tantangan 100 Hari...
5 Tantangan 100 Hari Pertempuran di Sudan, Belum Ada Sinyal Perdamaian
385 WNI dari Sudan Tiba...
385 WNI dari Sudan Tiba di Asrama Haji Jakarta
Pemerintah dan Kelompok...
Pemerintah dan Kelompok Bersenjata Sudan Capai Kesepakatan Damai
Banjir di Sudan Semakin...
Banjir di Sudan Semakin Parah, Sebanyak 4.000 Rumah Hancur
Siapa Pemimpin Konflik...
Siapa Pemimpin Konflik Sudan?
Pemimpin Faksi yang...
Pemimpin Faksi yang Bertikai di Sudan Setujui Gencatan Senjata 7 Hari
Berita Terkini
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
50 menit yang lalu
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
2 jam yang lalu
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
4 jam yang lalu
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
6 jam yang lalu
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
8 jam yang lalu
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
9 jam yang lalu
Infografis
Wilayahnya Berdekatan,...
Wilayahnya Berdekatan, Negara-negara Ini Belum Serang Israel di 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved