Inggris siap evakuasi warganya di Lebanon
Sabtu, 21 Juli 2012 - 17:40 WIB
Inggris siap evakuasi warganya di Lebanon
A
A
A
Sindonews.com – Kekerasan di Suriah telah meluas ke wilayah perbatasan, termasuk Lebanon. Karena itu, kepala pertahanan Inggris telah menempatkan lebih dari 600 tentara yang siaga untuk mengevakuasi warga negara Inggris dari Lebanon.
Persiapan evakuasi dikerahkan Pemerintah Inggris mengingat kemungkinan Presiden Suriah Bashar al-Assad jatuh dalam waktu empat minggu. Ada kekhawatiran ribuan warga Inggris akan terperangkap di wilayah itu pasca kejatuhan rezim Assad. Apalagi pertempuran Suriah mulai meluas ke Lebanon, dimana puluhan ribu pengungsi mencari tempat perlindungan.
Beberapa pemberontak di Damaskus telah dilatih mantan tentara angkatan udara Inggris (Special Air Service/SAS) untuk menjadi tim kontraktor keamanan swasta dari dua perusahaan yang berbasis di Timur Tengah. “Assad akan jatuh dalam 30 hari,” ungkap seorang pemimpin pemberontak yang dilatih SAS, seperti dikutip Dailymail, Sabtu (21/7/2012).
Awal pekan ini telah terjadi pertempuran hebat yang melibatkan tank, helikopter dan mortir yang mengiring ribuan warga Suriah melintasi perbatasan ke negara tetangga, Lebanon. Lebih dari 300 orang dilaporkan telah tewas di Ibu Kota Damaskus dan sekitarnya. Badan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan 8.500 dan 30.000 orang telah melarikan diri ke Lebanon.
Saat ini, pejuang pemberontak sudah menguasai beberapa pos perbatasan di perbatasan selatan dengan Irak dan perbatasan utara dengan Turki. Untuk itu, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Inggris telah menyiapkan rencana darurat agar dapat mengevakuasi warga nggris di Timur Tengah, jika rezim Assad runtuh dan kekacauan tumpah ke Lebanon, Turki dan Yordania.
Persiapan evakuasi dikerahkan Pemerintah Inggris mengingat kemungkinan Presiden Suriah Bashar al-Assad jatuh dalam waktu empat minggu. Ada kekhawatiran ribuan warga Inggris akan terperangkap di wilayah itu pasca kejatuhan rezim Assad. Apalagi pertempuran Suriah mulai meluas ke Lebanon, dimana puluhan ribu pengungsi mencari tempat perlindungan.
Beberapa pemberontak di Damaskus telah dilatih mantan tentara angkatan udara Inggris (Special Air Service/SAS) untuk menjadi tim kontraktor keamanan swasta dari dua perusahaan yang berbasis di Timur Tengah. “Assad akan jatuh dalam 30 hari,” ungkap seorang pemimpin pemberontak yang dilatih SAS, seperti dikutip Dailymail, Sabtu (21/7/2012).
Awal pekan ini telah terjadi pertempuran hebat yang melibatkan tank, helikopter dan mortir yang mengiring ribuan warga Suriah melintasi perbatasan ke negara tetangga, Lebanon. Lebih dari 300 orang dilaporkan telah tewas di Ibu Kota Damaskus dan sekitarnya. Badan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan 8.500 dan 30.000 orang telah melarikan diri ke Lebanon.
Saat ini, pejuang pemberontak sudah menguasai beberapa pos perbatasan di perbatasan selatan dengan Irak dan perbatasan utara dengan Turki. Untuk itu, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Inggris telah menyiapkan rencana darurat agar dapat mengevakuasi warga nggris di Timur Tengah, jika rezim Assad runtuh dan kekacauan tumpah ke Lebanon, Turki dan Yordania.
()