Suriah, bentrok atau jalan buntu?
Rabu, 18 Juli 2012 - 23:34 WIB
Suriah, bentrok atau jalan buntu?
A
A
A
Sindonews.com – Eskalasi pertempuran antara militer Suriah dengan para pemberontak meninggi di ibu kota Damaskus. Dua tokoh penting yang setia di belakang Presiden Bashar al-Assad menjadi tumbal.
Menteri Pertahanan Daoud Rajha dan ipar Presiden Bashar al-Assad, Assef Shawkat, tewas dalam serangan bom bunuh diri saat pertemuan menteri dan pejabat keamanan di Damaskus, Rabu (18/7/2012).
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa mau tidak mau harus segera bertindak dengan melakukan intervensi militer untuk menyelamatkan rakyat Suriah. Kejadian itu akan meningkatkan tekanan internasional kepada Presiden Assad untuk segera lengser dari singgasananya.
Sebaliknya, kejadian itu akan meningkatkan tindakan represif tentara loyalis Assad untuk mempertahankan posisinya. Akibatnya, Suriah berada dalam dilema antara bentrokan atau menemukan jalan buntu dari gonjang-ganjing politik yang berlangsung 16 bulan terakhir.
Menurut PBB, lebih dari 10 ribu rakyat Suriah yang tidak berdosa menjadi korban krisis pemerintahan sejak Maret 2011. Namun, aktivis oposisi Suriah memberikan data lebih dari 15 ribu orang tewas akibat tindakan represif tentara Assad.
Menteri Pertahanan Daoud Rajha dan ipar Presiden Bashar al-Assad, Assef Shawkat, tewas dalam serangan bom bunuh diri saat pertemuan menteri dan pejabat keamanan di Damaskus, Rabu (18/7/2012).
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa mau tidak mau harus segera bertindak dengan melakukan intervensi militer untuk menyelamatkan rakyat Suriah. Kejadian itu akan meningkatkan tekanan internasional kepada Presiden Assad untuk segera lengser dari singgasananya.
Sebaliknya, kejadian itu akan meningkatkan tindakan represif tentara loyalis Assad untuk mempertahankan posisinya. Akibatnya, Suriah berada dalam dilema antara bentrokan atau menemukan jalan buntu dari gonjang-ganjing politik yang berlangsung 16 bulan terakhir.
Menurut PBB, lebih dari 10 ribu rakyat Suriah yang tidak berdosa menjadi korban krisis pemerintahan sejak Maret 2011. Namun, aktivis oposisi Suriah memberikan data lebih dari 15 ribu orang tewas akibat tindakan represif tentara Assad.
()