Longsor Jepang, 7 tewas dan 19 orang hilang
Kamis, 12 Juli 2012 - 22:14 WIB
Longsor Jepang, 7 tewas dan 19 orang hilang
A
A
A
Sindonews.com – Tanah longsor yang dipicu hujan lebat mengakibatkan tujuh tewas dan sembilan orang hilang di bagian barat daya Jepang, Pulau Kyushu. Tanah longsor itu menghantam beberapa rumah di Aso Kota dan wilayah sekitar Kumamoto Prefecture.
Jepang Nippon Hōsō Kyokai (NHK ) melaporkan, Kamis (12/7/2012), saat operasi penyelamatan terkendala cuaca buruk, sehingga pencarian korban yang hilang dan terdampar di lokasi bencana terhambat.
Sementara itu, di Taketa Kota Oita Prefecture, seorang pria ditemukan tewas setelah tenggelam dalam sungai berarus deras, ketika pemerintah setempat memerintahkan sekitar 25 ribu orang meninggalkan rumah mereka yang terletak dekat sungai.
Pemerintah Jepang memperingatkan bahwa curah hujan hingga Jumat malam diperkirakan mencapai 200 mm (milimeter) sampai 250 mm di beberapa daerah, seperti Shikoku dan Kinki. Selain itu, Pemerintah Jepang mengatakan hujan lebat dapat memicu banjir dan tanah longsor lebih lanjut di Jepang Barat sebagai dari hujan musiman. Hujan ini berawal dari angin selatan yang lembab.
Sementara itu, di Kota Kumamoto Kumamoto Prefecture, ribuan orang telah didesak untuk meninggalkan rumah sejak pagi hari, karena level air naik dari sungai di dekatnya, termasuk Shirakawa, sungai utama yang melintasi pusat kota.
Otoritas cuaca menegaskan hujan lebat bisa memicu banjir lebih lanjut dan tanah longsor di daerah pantai barat Jepang, bagian yang mungkin melihat curah hujan per jam sekitar 100 mm pada Jumat pagi.
Jepang Nippon Hōsō Kyokai (NHK ) melaporkan, Kamis (12/7/2012), saat operasi penyelamatan terkendala cuaca buruk, sehingga pencarian korban yang hilang dan terdampar di lokasi bencana terhambat.
Sementara itu, di Taketa Kota Oita Prefecture, seorang pria ditemukan tewas setelah tenggelam dalam sungai berarus deras, ketika pemerintah setempat memerintahkan sekitar 25 ribu orang meninggalkan rumah mereka yang terletak dekat sungai.
Pemerintah Jepang memperingatkan bahwa curah hujan hingga Jumat malam diperkirakan mencapai 200 mm (milimeter) sampai 250 mm di beberapa daerah, seperti Shikoku dan Kinki. Selain itu, Pemerintah Jepang mengatakan hujan lebat dapat memicu banjir dan tanah longsor lebih lanjut di Jepang Barat sebagai dari hujan musiman. Hujan ini berawal dari angin selatan yang lembab.
Sementara itu, di Kota Kumamoto Kumamoto Prefecture, ribuan orang telah didesak untuk meninggalkan rumah sejak pagi hari, karena level air naik dari sungai di dekatnya, termasuk Shirakawa, sungai utama yang melintasi pusat kota.
Otoritas cuaca menegaskan hujan lebat bisa memicu banjir lebih lanjut dan tanah longsor di daerah pantai barat Jepang, bagian yang mungkin melihat curah hujan per jam sekitar 100 mm pada Jumat pagi.
()