Indonesia-Jerman sepakati deklarasi Jakarta
Rabu, 11 Juli 2012 - 20:12 WIB
Indonesia-Jerman sepakati deklarasi Jakarta
A
A
A
Sindonews.com - Dalam kunjungan bilateral Indonesia-Jerman, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Kanselir Jerman Angela Merkel menyepakati Deklarasi Jakarta yang membahas kerja sama di bidang pertahanan.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, Indonesia dan Republik Federal Jerman menyepakati Deklarasi Jakarta untuk meningkatkan hubungan bilateral melalui kemitraan komprehensif.
“Kerja sama di bidang ekonomi ini baru pertama kali dilakukan, terutama investasi dan perdagangan,” ujar Presiden Yudhoyono di Istana, seperti dikuti dari VOA, Selasa (10/7/2012).
Selain itu, Pemerintah Indonesia dan Jerman akan bekerja sama di bidang kesehatan, karena Jerman memiliki teknologi canggih dalam bidang kedokteran. Hubungan bilateral kedua negara ini juga akan menopang kerja sama di bidang pendidikan. Indonesia berharap lagi lebih banyak ahli teknologi yang bisa melakukan pembangunan.
Presiden Yudhoyono menambahkan, kunjungan Angela Merkel merupakan peristiwa yang penting, karena juga menandai 60 tahun hubungan diplomatik Jerman-Indonesia. Sejauh ini, volume perdagangan Indonesia ke Jerman telah mencapai USD6,69 miliar, naik sekitar 11 persen dibandingkan tahun lalu.
Sementara Angela Merkel memuji ekonomi Indonesia sebagai sangat kuat. Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan Indonesia bisa menjadi contoh bagi Eropa karena berhasil mengurangi utang luar negeri dari 80 persen menjadi 24 persen dari nilai GDP hanya dalam tempo beberapa tahun.
“Menurut saya, ini contoh prestasi yang harus bisa diraih Eropa. Apalagi Indonesia melakukannya dalam waktu singkat, hanya beberapa tahun. Dengan Deklarasi Jakarta, kerja sama kedua negara diharapkan dapat lebih dikembangkan. Saya yakin Indonesia bisa menjadi mitra kerja sama yang strategis,” ujar Merkel.
Ke depan, kemitraan strategis yang dijalin Indonesia bersama Jerman juga mencakup bidang pertahanan. Presiden menegaskan, pembelian tank ataupun kerja sama pertahanan, baik dengan Jerman maupun negara sahabat lainnya tetap akan transparan. Presiden juga menyakinkan bahwa pembelian tank tersebut tidak akan digunakan untuk menembaki rakyat sendiri.
“Selama 20 tahun Indonesia tidak memodernisasi senjata karena kesulitan ekonomi dan prioritas adalah untuk kesejahteraan rakyat. Karena itu, persenjataan Indonesia tertinggal dari negara-negara sahabat. Padahal negara ini memiliki wilayah terbesar dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini,” ujar Presiden Yudhoyono.
Saat berkunjung ke Indonesia, Kanselir Jerman Angela Merkel juga sempat mengunjungi Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu. Selain ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Angela Merkel juga dijadwalkan mengunjungi Gereja Imanuel dan Masjid Istiqlal.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, Indonesia dan Republik Federal Jerman menyepakati Deklarasi Jakarta untuk meningkatkan hubungan bilateral melalui kemitraan komprehensif.
“Kerja sama di bidang ekonomi ini baru pertama kali dilakukan, terutama investasi dan perdagangan,” ujar Presiden Yudhoyono di Istana, seperti dikuti dari VOA, Selasa (10/7/2012).
Selain itu, Pemerintah Indonesia dan Jerman akan bekerja sama di bidang kesehatan, karena Jerman memiliki teknologi canggih dalam bidang kedokteran. Hubungan bilateral kedua negara ini juga akan menopang kerja sama di bidang pendidikan. Indonesia berharap lagi lebih banyak ahli teknologi yang bisa melakukan pembangunan.
Presiden Yudhoyono menambahkan, kunjungan Angela Merkel merupakan peristiwa yang penting, karena juga menandai 60 tahun hubungan diplomatik Jerman-Indonesia. Sejauh ini, volume perdagangan Indonesia ke Jerman telah mencapai USD6,69 miliar, naik sekitar 11 persen dibandingkan tahun lalu.
Sementara Angela Merkel memuji ekonomi Indonesia sebagai sangat kuat. Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan Indonesia bisa menjadi contoh bagi Eropa karena berhasil mengurangi utang luar negeri dari 80 persen menjadi 24 persen dari nilai GDP hanya dalam tempo beberapa tahun.
“Menurut saya, ini contoh prestasi yang harus bisa diraih Eropa. Apalagi Indonesia melakukannya dalam waktu singkat, hanya beberapa tahun. Dengan Deklarasi Jakarta, kerja sama kedua negara diharapkan dapat lebih dikembangkan. Saya yakin Indonesia bisa menjadi mitra kerja sama yang strategis,” ujar Merkel.
Ke depan, kemitraan strategis yang dijalin Indonesia bersama Jerman juga mencakup bidang pertahanan. Presiden menegaskan, pembelian tank ataupun kerja sama pertahanan, baik dengan Jerman maupun negara sahabat lainnya tetap akan transparan. Presiden juga menyakinkan bahwa pembelian tank tersebut tidak akan digunakan untuk menembaki rakyat sendiri.
“Selama 20 tahun Indonesia tidak memodernisasi senjata karena kesulitan ekonomi dan prioritas adalah untuk kesejahteraan rakyat. Karena itu, persenjataan Indonesia tertinggal dari negara-negara sahabat. Padahal negara ini memiliki wilayah terbesar dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini,” ujar Presiden Yudhoyono.
Saat berkunjung ke Indonesia, Kanselir Jerman Angela Merkel juga sempat mengunjungi Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu. Selain ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Angela Merkel juga dijadwalkan mengunjungi Gereja Imanuel dan Masjid Istiqlal.
()