Sudan & Sudan Selatan janji setop adu senjata
Minggu, 08 Juli 2012 - 20:48 WIB
Sudan & Sudan Selatan janji setop adu senjata
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Sudan dan Sudan Selatan untuk menghentikan penggunaan kekuatan militer guna menyelesaikan perbedaan, dan mengembalikan kepercayaan atas isu yang beredar di kedua belah pihak.
Menteri Pertahanan dan Ketua Komite Politik dan Keamanan Sudan Abdul-Rahim Mohamed Hussein mengatakan, baik Sudan maupun Sudan Selatan bersedia meningkatkan hubungan terkait isu keamanan dan berbagai isu strategis.
"Sudan dan Sudan Selatan menegaskan komitmen mereka untuk tidak beralih ke kekuatan militer guna menyelesaikan perbedaan dan menghentikan permusuhan. Saling memulihkan kepercayaan, menghormati kedaulatan satu sama lain dengan tidak melakukan dalam urusan internal satu sama lain, meningkatkan bilateral hubungan dan menyingkirkan perbedaan yang ada," ungkap Mohamed Hussein seperti diberitakan dalam Xinhua, Minggu (8/7/2012).
Rapat gabungan yang digelar di antara kedua belah pihak berlangsung dengan semangat positif di Ibu Kota Addis Ababa, Ethiopia. Kedua melakukan mediasi atas sejumlah isu yang beredar, termasuk minyak, demarkasi perbatasan dan afiliasi dari daerah kaya minyak yang disengketakan Abyei.
Menteri Pertahanan dan Ketua Komite Politik dan Keamanan Sudan Abdul-Rahim Mohamed Hussein mengatakan, baik Sudan maupun Sudan Selatan bersedia meningkatkan hubungan terkait isu keamanan dan berbagai isu strategis.
"Sudan dan Sudan Selatan menegaskan komitmen mereka untuk tidak beralih ke kekuatan militer guna menyelesaikan perbedaan dan menghentikan permusuhan. Saling memulihkan kepercayaan, menghormati kedaulatan satu sama lain dengan tidak melakukan dalam urusan internal satu sama lain, meningkatkan bilateral hubungan dan menyingkirkan perbedaan yang ada," ungkap Mohamed Hussein seperti diberitakan dalam Xinhua, Minggu (8/7/2012).
Rapat gabungan yang digelar di antara kedua belah pihak berlangsung dengan semangat positif di Ibu Kota Addis Ababa, Ethiopia. Kedua melakukan mediasi atas sejumlah isu yang beredar, termasuk minyak, demarkasi perbatasan dan afiliasi dari daerah kaya minyak yang disengketakan Abyei.
()