Bak Jilat Ludah Sendiri, Trump Sebut Corona Lebih Ganas dari Flu Biasa

Rabu, 01 April 2020 - 22:19 WIB
Bak Jilat Ludah Sendiri,...
Bak Jilat Ludah Sendiri, Trump Sebut Corona Lebih Ganas dari Flu Biasa
A A A
WASHINGTON - Penilaian Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap virus corona baru, COVID-19, seperti peribahasa menjilat ludah sendiri. Awalnya sang presiden meremehkan virus tersebut, namun kini dia mengakui penyakit itu jauh lebih ganas dari flu biasa.

Dalam konferensi pers di Gedung Putih hari Rabu (1/4/2020), Trump mengatakan bahwa "banyak orang" sebelumnya menyarankan Amerika Serikat membiarkan virus corona mengambil jalannya, seperti flu musiman.

"Biarkan, jangan lakukan apa-apa, biarkan saja dan anggap itu sebagai flu," ucap Trump menirukan saran dari "banyak orang". "Tapi itu bukan flu. Itu ganas," katanya yang kini mengubah penilaiannya tentang COVID-19 , sebagaimana dikutip AFP.

Pernyataan Trump yang jelas kontras dengan banyak pernyataannya sebelumnya, di mana dia menilai pandemi COVID-19 sebanding dengan penyebaran flu saban tahun.

Trump kini sepaham dengan penilaian tentang bahayanya COVID-19 sambil mempertimbangkan solusi mengatasi masalah ekonomi AS melalui langkah-langkah social distancing dan larangan bepergian.

Pada 9 Maret, misalnya, Trump mencatat bahwa puluhan ribu orang Amerika meninggal akibat flu setiap tahun. (Baca: Trump Remehkan Virus Corona di AS, Membandingkannya dengan Flu )

"Tidak ada yang ditutup, kehidupan dan ekonomi terus berjalan," tulis dia di Twitter kala itu."Saat ini ada 546 kasus yang dikonfirmasi dari virus corona, dengan 22 kematian. Pikirkan tentang itu!"

Baru seminggu yang lalu, Trump mengatakan kepada Fox News dalam sebuah wawancara bahwa meskipun kematian rata-rata sekitar 36.000 orang per tahun karena flu, "kami tidak pernah menutup negara untuk flu."

"Jadi, Anda berkata pada diri sendiri, 'Ada apa ini?'"

Proyeksi bahwa setidaknya 100.000 orang akan terbunuh oleh virus corona di Amerika Serikat, bahkan jika social distancing dilakukan, tampaknya telah mendorong perubahan besar dalam pandangan Trump.

Pada hari Selasa, dia mengatakan bahwa tanpa social distancing, proyeksi mencapai 2,2 juta kematian.

"Jika kita tidak melakukan apa-apa, jika kita melanjutkan hidup kita, Anda akan melihat orang-orang sekarat di pesawat terbang, Anda akan melihat orang-orang sekarat di lobi hotel. Anda akan melihat kematian di seluruh penjuru," ujarnya.

Amerika Serikat saat tercatat sebagai negara dengan jumlah kasus COVID-19 terbanyak di dunia, yakni 188.881 orang. Dari jumlah kasus itu, 4.066 di antaranya telah meninggal. Sejauh ini 7.251 pasien telah disembuhkan.
(mas)
Berita Terkait
Bantah Trump, Ahli Virus...
Bantah Trump, Ahli Virus AS Sebut COVID-19 Bukan Buatan Lab China
Pelayan Pribadi Trump...
Pelayan Pribadi Trump Positif Terinfeksi Virus Corona
Trump Sebut Virus Corona...
Trump Sebut Virus Corona dengan Sebutan 'Kung Flu'
Trump Sebut COVID-19...
Trump Sebut COVID-19 Buatan Lab China, Jenderal AS: Kami Tidak Tahu
Trump Stop AS Danai...
Trump Stop AS Danai WHO atas Tuduhan Salah Urus COVID-19
WHO Sebut Amerika Selatan...
WHO Sebut Amerika Selatan Pusat Pandemi Covid-19
Berita Terkini
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
1 jam yang lalu
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
2 jam yang lalu
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
4 jam yang lalu
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
6 jam yang lalu
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
8 jam yang lalu
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
9 jam yang lalu
Infografis
Trump: Kebakaran Los...
Trump: Kebakaran Los Angeles Lebih Parah dari Serangan Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved