Intelijen AS Kesulitan Akses Data Covid-19 di China, Korut dan Rusia

Selasa, 31 Maret 2020 - 07:30 WIB
Intelijen AS Kesulitan...
Intelijen AS Kesulitan Akses Data Covid-19 di China, Korut dan Rusia
A A A
WASHINGTON - Saat beberapa lembaga intelijen Amerika Serikat (AS) berupaya menyusun gambaran presisi tentang wabah virus corona di dunia, mereka kesulitan mengakses situasi di China, Rusia dan Korea Utara (Korut).

Hal itu diungkapkan lima orang sumber di pemerintahan AS yang mengetahui tentang pelaporan intelijen itu.

“Beberapa lembaga itu juga memiliki informasi terbatas tentang dampak penuh pandemi di Iran meski informasi tentang infeksi dan kematian di antara publik dan elit penguasa menjadi lebih didapat secara resmi dan lewat media sosial,” ungkap dua sumber di pemerintahan AS pada Reuters.

Empat negara itu oleh badan intelijen AS disebut sebagai “target sulit” karena kontrol negara yang ketat pada informasi dan sulit dalam kondisi normal untuk mengumpulkan data intelijen dari dalam lingkaran kepemimpinan mereka.

“Penilaian akurat dari negara-negara wabah itu akan membantu upaya AS dan internasional membatasi korban tewas dan dampak ekonomi akibat Covid-19, penyakit yang disebabkan virus corona,” papar beberapa pakar.

Beberapa badan intelijen itu tidak hanya mencari angka akurat, tapi juga tanda-tanda lain kondisi politik tentang bagaimana krisis itu ditangani.

“Kami ingin memiliki akurasi, pemahaman real time tentang di mana hotspot global itu dan di mana mereka muncul,” ungkap Jeremy Konyndyk, pakar di Center for Global Development yang memimpin Kantor Bantuan Bencana Luar Negeri AS dari 2013 hingga 2017, termasuk respon AS pada wabah Ebola.

Dia menambahkan, “Dunia tidak akan menyingkirkan benda ini hingga kita menyingkirkannya di setiap tempat.”

Sejumlah badan intelijen AS pertama kali mulai melaporkan virus corona pada Januari dan memberikan peringatan awal pada para anggota parlemen tentang wabah di China yang berasal di kota Wuhan akhir tahun lalu.

Pandemi itu tumbuh menjadi hampir 740.000 kasus di 200 negara dan wilayah menurut data Reuters.

AS saat ini melaporkan lebih dari 152.000 kasus.

Kantor Direktur Intelijen Nasional yang mengawasi 17 badan intelijen AS menolak berkomentar.

Korut mengklaim tidak memiliki satu kasus pun meski berbatasan dengan China. Namun Korut meminta badan bantuan internasional untuk persediaan seperti masker dan kit tes.

“Kita tidak tahu apapun tentang skala masalah di negara itu. Negara tempat berbagai hal dapat mengacaukan pemerintah itu akan menjadi minat besar bagi AS,” ujar Konyndyk yang memimpin respon AS untuk krisis kemanusiaan di Suriah.

Otoritas Rusia saat ini mempertimbangkan lockdown nasional setelah mencatat kenaikan kasus corona terbesar dalam satu hari selama enam hari berturut-turut, untuk total 1.836 kasus dan sembilan kematian.

Data wabah corona di Rusia sangat penting karena negara itu memiliki perbatasan dengan 14 negara lainnya dan menjadi pusat perdagangan serta perjalanan.

China melaporkan lebih dari 81.000 kasus dan lebih dari 3.300 kematian, dengan tanpa kasus baru dari dalam negeri.
(sfn)
Berita Terkait
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Ahli Virus Prancis:...
Ahli Virus Prancis: Virus Corona Bukan Produk Alam
Cerita Dokter China...
Cerita Dokter China yang Temukan Virus Corona di Wuhan
Terungkap, AS Danai...
Terungkap, AS Danai Penelitian Virus Corona di Wuhan
Viral, Vlogger China...
Viral, Vlogger China Curiga Virus Corona Dibawa AS ke Wuhan
Ilmuwan Laboratorium...
Ilmuwan Laboratorium Wuhan Sebut Covid-19 Virus Buatan Manusia yang Didanai AS
Berita Terkini
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
38 menit yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
1 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
4 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
7 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
8 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
9 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved