Langkah Progresif Redam Corona, India Isolasi Diri Selama 21 Hari

loading...
Langkah Progresif Redam Corona, India Isolasi Diri Selama 21 Hari
Langkah Progresif Redam Corona, India Isolasi Diri Selama 21 Hari
NEW DELHI - Pemerintah India mengambil langkah progresif. Demi mencegah penyebarluasan virus corona (Covid-19), negara tersebut berkeputusan mengisolasi diri secara nasional 21 hari ke depan sejak kemarin.

Keputusan tegas untuk memperlambat penyebaran corona memang harus diambil demi mengamankan penduduk India yang merupakan terbesar kedua di dunia, 1,34 miliar. Selain itu, India juga mempunyai kerawanan karena relasi perdagangan negara dengan ekonomi terbesar kelima di dunia itu hampir terkoneksi ke seluruh penjuru dunia.

Sejauh ini India sebenarnya relatif aman karena baru memiliki 492 pasien yang positif terjangkit corona, sembilan di antaranya tewas. Bandingkan dengan Amerika Serikat (AS) yang juga memiliki populasi besar, yakni 327,2 juta penduduk telah memiliki 54.941 pasien, terbesar ketiga di dunia setelah Italia (69.176 pasien) dan China (81.218 pasien), pusat Covid-19. Pun dengan Indonesia yang memiliki penduduk 269 juta jiwa telah memiliki 685 pasien positif corona dan 58 orang meninggal.

Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi mengakui, saat ini tidak ada tanda-tanda corona telah mewabah di kalangan masyarakat. Namun, dia mengimbau seluruh masyarakat India waspada dan tetap tinggal di rumah, kecuali darurat. Keputusan agresif itu juga diapresiasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).





Sebelumnya India telah mengandangkan seluruh maskapai penerbangan, baik domestik ataupun internasional dan menunda seluruh pemberian visa wisata. “Kami harus selalu mempertimbangkan skenario terburuk dan lebih baik melakukan antisipasi lebih awal dibandingkan nanti repot di akhir,” ujar Modi.

Keputusan Pemerintah India mendapat respons positif masyarakatnya. Setelah keputusan diumumkan, seperti dilansir CNN, situasi jalan raya, trotoar, transportasi umum, dan ruang publik menjadi sunyi dan sepi, bahkan situs konstruksi bangunan juga ditinggalkan.

Profesor OC Abraham, ahli obat-obatan dari Christian Medical College di Tamil Nadu, India, menyambut baik upaya Pemerintah India. Namun, dia juga menyarankan agar otoritas terkait mengimbanginya dengan screening. Sebab, diagnosa lebih awal juga diperlukan sehingga pasien dapat dikarantina.

Sebelumnya isolasi juga diambil sejumlah negara. Dengan meluasnya wabah corona, Uni Eropa (UE) telah mengisolasi diri 30 hari. Saat ini, puluhan juta masyarakat Eropa diimbau diam di rumah, dilarang keluar dari perbatasan, dan dilarang berkumpul. Sejumlah konser, event, festival, hingga karnaval juga dibatalkan.
halaman ke-1 dari 3
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top