COVID-19 Renggut 2.311 Nyawa di Spanyol, 462 Orang dalam 24 Jam

Selasa, 24 Maret 2020 - 14:41 WIB
COVID-19 Renggut 2.311...
COVID-19 Renggut 2.311 Nyawa di Spanyol, 462 Orang dalam 24 Jam
A A A
MADRID - Korban meninggal akibat virus corona baru, COVID-19, di Spanyol melonjak menjadi 2.311 jiwa setelah 462 orang meninggal dalam 24 jam. Kementerian Kesehatan setempat mengonfirmasi jumlah kematian baru tersebut Senin sore.

Angka kematian menunjukkan peningkatan 27 persen pada angka yang dirilis sehari sebelumnya, dengan jumlah kasus COVID-19 yang dikonfirmasi naik menjadi 35.136 di Spanyol. Jumlah kasus itu membuat Spanyol menjadi salah satu negara yang paling terpukul di dunia setelah China dan Italia.

Meskipun diberlakukan lockdown nasional sejak 14 Maret, sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, jumlah kematian dan infeksi terus meningkat di Spanyol. Angka-angka terus bertambah ketika negara itu meningkatkan kapasitasnya untuk tes COVID-19.

Lockdown, yang awalnya diberlakukan selama dua minggu, akan diperpanjang hingga 11 April untuk mencoba menghentikan penyebaran wabah. Rencana perpanjangan status lockdown itu akan diajukan Perdana Menteri Pedro Sanchez ke Parlemen pada hari Selasa (24/3/2020).

Meningkatnya jumlah kasus infeksi di negara berpenduduk 46 juta orang ini telah membawa sistem perawatan kesehatan Spanyol ke jurang kehancuran, khususnya di Madrid, daerah yang paling parah dilanda wabah COVID-19. Di kota tersebut telah dilaporkan ada 10.575 kasus dan 1.263 orang telah meninggal. Angka di Madrid ini menyumbang 58 persen dari angka kematian nasional.

Koordinator kedaruratan Kementerian Kesehatan Fernando Simon mengatakan sekitar 3.910 petugas kesehatan telah dinyatakan positif terinfesi COVID-19.

Para pejabat telah berulang kali memperingatkan bahwa jumlah kematian dan infeksi akan terus meningkat minggu ini dan itu bisa berpotensi menjadi yang terburuk.

"Kami belum melihat dampak dari gelombang terkuat, yang paling merusak, yang akan menguji kemampuan material dan moral kami hingga batasnya, serta semangat kami sebagai masyarakat," kata Sanchez, seperti dikutip AFP.
(mas)
Berita Terkait
Sebelum di Wuhan, Virus...
Sebelum di Wuhan, Virus Corona Ditemukan di Barcelona Maret 2019
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Dubes China: Kami Korban,...
Dubes China: Kami Korban, Bukan Penyebab Virus Corona
Intelijen AS: Virus...
Intelijen AS: Virus COVID-19 Bukan Buatan Manusia
Spanyol Perpanjang Keadaan...
Spanyol Perpanjang Keadaan Darurat Virus Corona
COVID-19 di Spanyol...
COVID-19 di Spanyol Tewaskan 18.255 Orang, Terbanyak Ketiga di Dunia
Berita Terkini
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
1 jam yang lalu
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
3 jam yang lalu
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
4 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
4 jam yang lalu
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
5 jam yang lalu
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
6 jam yang lalu
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved