Kim Jong-un Akui Korut Kekurangan Fasilitas Medis
Rabu, 18 Maret 2020 - 19:54 WIB
Kim Jong-un Akui Korut Kekurangan Fasilitas Medis
A
A
A
SEOUL - Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, mengakui negaranya kekurangan fasilitas medis modern dan menyerukan perbaikan yang mendesak. Pengakuan ini muncul di tengah kekhawatiran tentang wabah virus Corona di negara miskin itu.
Dalam upacara peletakan batu pertama rumah sakit umum modern di Pyongyang, Jong-un mengatakan penting bagi negara mengarahkan upayanya untuk menopang bidang kesehatan masyarakat. Hal itu diungkapkan pejabat Korut kepada kantor berita resmi negara itu KCNA.
Disebutkan Kim Jong-un mengatakan pembangunan itu harus diselesaikan sebelum ulang tahun ke-75 pendiri Partai Pekerja yang berkuasa pada bulan Oktober mendatang.
Jong-un mengatakan partai yang berkuasa memutuskan untuk membangun rumah sakit selama pertemuan kunci partai pada akhir Desember lalu dan berusaha menyelesaikannya dalam waktu singkat.
"Sejujurnya, partai kami ... mengkritik secara menyakitkan fakta bahwa tidak ada fasilitas perawatan medis dan kesehatan modern bahkan di ibu kota kita," kata Jong-un dalam pengakuan yang tidak biasa seperti dilaporkan KCNA yang disitir 9News, Rabu (18/3/2020).
Kim Jong-un mengklaim bahwa Korut memiliki beberapa rumah sakit umum modern di Pyongyang. Namun analisis gambar konstruksi untuk rumah sakit baru yang ditunjukkan dalam foto-foto KCNA menunjukkan jika itu akan menjadi rumah sakit paling canggih di Korut yang sedang dibangun.
Dalam sebuah laporan kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menurut Kementerian Unifikasi Korea Selatan (Korsel), Korut mengatakan memiliki 135 rumah sakit umum dan rumah sakit besar lainnya di seluruh negeri pada 2017.
Beberapa pengamat mengatakan Korea Utara mungkin telah mempercepat pembangunan rumah sakit sejak China melaporkan kasus pertama virus Corona baru pada Desember.
Kelompok pemantau Korut dari Korsel mengatakan negara itu telah memiliki kasus dan korban meninggal infeksi virus Corona baru. Beberapa ahli mengatakan pemerintahan Kim Jong-un menganggap pengungkapan publik tentang kasus-kasus itu berbahaya bagi cengkeramannya yang kuat pada kekuasaan.
Korut telah melarang turis asing, menunda tahun sekolah dan mengkarantina ratusan orang asing dan ribuan penduduk setempat untuk menghindari virus Corona yang telah menyebar ke seluruh dunia.
Setidaknya 290 orang asing dikarantina sebelum akhirnya dibebaskan, termasuk beberapa diplomat yang diterbangkan ke Vladivostok, Rusia, dengan penerbangan khusus Korea Utara. Tidak diketahui apakah Korut merencanakan penerbangan lain.
Pekan lalu, KCNA menggambarkan pihak berwenang memeriksa dan mendisinfeksi kendaraan, kapal dan barang di daerah perbatasan dan pelabuhan dan mengatakan beberapa impor tetap disegel selama 10 hari sebelum diserahkan kepada penerima.
Awal bulan ini, Kim Jong-un mengirim surat kepada presiden Korsel untuk menyatakan belasungkawa atas meluasnya wabah virus Corona di Korsel. Surat itu dikirim sehari setelah adik perempuannya yang kuat menghina dan mengkritik Seoul. Beberapa ahli berspekulasi bahwa Kim Jong-un melakukan hal itu untuk membuat Korsel "sempoyongan" sebelum memintan bantuan barang-barang yang berkaitan dengan virus Corona setelah test kit. (Baca: Via Surat, Kim Jong-un Hibur Rakyat Korsel yang Diserang Corona )
Dalam upacara peletakan batu pertama rumah sakit umum modern di Pyongyang, Jong-un mengatakan penting bagi negara mengarahkan upayanya untuk menopang bidang kesehatan masyarakat. Hal itu diungkapkan pejabat Korut kepada kantor berita resmi negara itu KCNA.
Disebutkan Kim Jong-un mengatakan pembangunan itu harus diselesaikan sebelum ulang tahun ke-75 pendiri Partai Pekerja yang berkuasa pada bulan Oktober mendatang.
Jong-un mengatakan partai yang berkuasa memutuskan untuk membangun rumah sakit selama pertemuan kunci partai pada akhir Desember lalu dan berusaha menyelesaikannya dalam waktu singkat.
"Sejujurnya, partai kami ... mengkritik secara menyakitkan fakta bahwa tidak ada fasilitas perawatan medis dan kesehatan modern bahkan di ibu kota kita," kata Jong-un dalam pengakuan yang tidak biasa seperti dilaporkan KCNA yang disitir 9News, Rabu (18/3/2020).
Kim Jong-un mengklaim bahwa Korut memiliki beberapa rumah sakit umum modern di Pyongyang. Namun analisis gambar konstruksi untuk rumah sakit baru yang ditunjukkan dalam foto-foto KCNA menunjukkan jika itu akan menjadi rumah sakit paling canggih di Korut yang sedang dibangun.
Dalam sebuah laporan kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menurut Kementerian Unifikasi Korea Selatan (Korsel), Korut mengatakan memiliki 135 rumah sakit umum dan rumah sakit besar lainnya di seluruh negeri pada 2017.
Beberapa pengamat mengatakan Korea Utara mungkin telah mempercepat pembangunan rumah sakit sejak China melaporkan kasus pertama virus Corona baru pada Desember.
Kelompok pemantau Korut dari Korsel mengatakan negara itu telah memiliki kasus dan korban meninggal infeksi virus Corona baru. Beberapa ahli mengatakan pemerintahan Kim Jong-un menganggap pengungkapan publik tentang kasus-kasus itu berbahaya bagi cengkeramannya yang kuat pada kekuasaan.
Korut telah melarang turis asing, menunda tahun sekolah dan mengkarantina ratusan orang asing dan ribuan penduduk setempat untuk menghindari virus Corona yang telah menyebar ke seluruh dunia.
Setidaknya 290 orang asing dikarantina sebelum akhirnya dibebaskan, termasuk beberapa diplomat yang diterbangkan ke Vladivostok, Rusia, dengan penerbangan khusus Korea Utara. Tidak diketahui apakah Korut merencanakan penerbangan lain.
Pekan lalu, KCNA menggambarkan pihak berwenang memeriksa dan mendisinfeksi kendaraan, kapal dan barang di daerah perbatasan dan pelabuhan dan mengatakan beberapa impor tetap disegel selama 10 hari sebelum diserahkan kepada penerima.
Awal bulan ini, Kim Jong-un mengirim surat kepada presiden Korsel untuk menyatakan belasungkawa atas meluasnya wabah virus Corona di Korsel. Surat itu dikirim sehari setelah adik perempuannya yang kuat menghina dan mengkritik Seoul. Beberapa ahli berspekulasi bahwa Kim Jong-un melakukan hal itu untuk membuat Korsel "sempoyongan" sebelum memintan bantuan barang-barang yang berkaitan dengan virus Corona setelah test kit. (Baca: Via Surat, Kim Jong-un Hibur Rakyat Korsel yang Diserang Corona )
(ian)