Pompeo Desak Iran Bebaskan Tahanan Asal AS

Rabu, 11 Maret 2020 - 14:34 WIB
Pompeo Desak Iran Bebaskan...
Pompeo Desak Iran Bebaskan Tahanan Asal AS
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menyerukan Teheran untuk membebaskan tahanan asal Amerika yang ditahan saat wabah virus Corona dilaporkan menyebar di penjara-penjara Iran.

"Amerika Serikat akan menganggap rezim Iran bertanggung jawab langsung atas kematian warga Amerika. Tanggapan kami akan tegas," kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam sebuah pernyataan.

"Laporan bahwa COVID-19 telah menyebar ke penjara-penjara Iran sangat meresahkan dan menuntut pembebasan semua warga Amerika secara penuh dan segera," imbuhnya.

"Penahanan mereka di tengah kondisi yang semakin memburuk menentang dasar kesusilaan manusia," Pompeo menambahkan seperti dikutip dari Al Arabiya, Rabu (11/3/2020).

Sebelumnya seorang pakar hak asasi manusia mengatakan reaksi Iran terhadap wabah virus Corona yang mematikan, termasuk untuk sementara membebaskan 70 ribu tahanan, tidak melakukan hal yang cukup untuk mencegahnya.

Pelapor khusus PBB tentang hak asasi manusia di Iran, Javaid Rehman, mengatakan Teheran berusaha "memperdaya" penanganan wabah virus Corona, salah satu yang paling mematikan di luar China, tempat penyakit itu berasal.

"Situasi virus Corona sangat mengganggu di Iran," kata Rehman kepada wartawan di PBB di Jenewa.

Iran pada hari Selasa melaporkan 54 kematian baru dalam 24 jam terakhir, jumlah korban tertinggi dalah sehari sejak terjadinya wabah di sana. Itu membuat jumlah yang tewas di negara itu menjadi 291 dari 8.042 yang terinfeksi.

Kantor berita resmi peradilan Iran Mizan Online mengutip kepala badan penjara Iran, Asghar Jahangir, yang mengatakan bahwa sekitar 70.000 tahanan telah dibebaskan dalam upaya untuk memerangi wabah itu. (Baca: Iran Bebaskan Sementara 70.000 Tahanan Saat Kasus Corona Meningkat )

Iran mengatakan pada bulan Desember bahwa negara itu siap untuk lebih banyak pertukaran tahanan dengan AS setelah negara itu menjamin kembalinya ilmuwan Massoud Soleimani dengan imbalan Xiyue Wang, seorang warga Amerika kelahiran China yang ditahan Iran. (Baca: Iran-AS Terlibat Pertukaran Tahanan )

Ketegangan selama puluhan tahun antara Teheran dan Washington telah meningkat tajam sejak 2018, ketika Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 yang penting dan menerapkan kembali sanksi terhadap Iran.
(ian)
Berita Terkait
Iran Selidiki Dugaan...
Iran Selidiki Dugaan Covid-19 Senjata Biologis Buatan AS
Abaikan Sanksi AS, Iran-Venezuela...
Abaikan Sanksi AS, Iran-Venezuela Tingkatkan Kerja Sama Anti Virus Corona
Trump Mengaku AS Siap...
Trump Mengaku AS Siap Kirim Ventilator ke Iran
Iran pada Trump: Berhenti...
Iran pada Trump: Berhenti Campuri Urusan Internal Negara Lain
Lebih Menular, Strain...
Lebih Menular, Strain Baru Virus Corona Berevolusi di Amerika Serikat
Hampir 5.500 Tentara...
Hampir 5.500 Tentara AS Terinfeksi Virus Covid-19
Berita Terkini
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
39 menit yang lalu
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
1 jam yang lalu
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
2 jam yang lalu
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
3 jam yang lalu
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
4 jam yang lalu
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
5 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved