Erdogan kepada Putin: Menyingkirlah, Jangan Halangi Kami di Idlib

Sabtu, 29 Februari 2020 - 18:51 WIB
Erdogan kepada Putin:...
Erdogan kepada Putin: Menyingkirlah, Jangan Halangi Kami di Idlib
A A A
ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan ia meminta rekannya dari Rusia Vladimir Putin untuk "tidak menghalangi jalannya" di benteng terakhir pemberontak Suriah di Idlib. Ini adalah pernyataan pertama Erdogan pasca tewasnya 33 tentara Turki dalam serangan udara resmi Suriah.

"Saya bertanya kepada Putin: 'apa urusanmu di sana? Jika Anda mendirikan sebuah pangkalan, lakukan itu tetapi menyingkirlah dan tinggalkan kami berhadapan dengan rezim,'" katanya di Istanbul, mengingat percakapan teleponnya dengan Putin seperti dilansir dari The National, Sabtu (29/2/2020).

Sebelumnya, Kremlin mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan tidak mengesampingkan untuk melakukan pertemuan dalam waktu dekat. Hal itu disampaikan saat keduanya terlibat pembicaraan via telepon.

"Kedua belah pihak menyoroti perlunya langkah-langkah tambahan untuk menstabilkan situasi di barat laut Suriah," menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Kremlin.

"Putin dan Erdogan setuju untuk mengintensifkan konsultasi antar-lembaga yang relevan dan mengeksplorasi kemungkinan mengadakan pertemuan tingkat atas dalam waktu dekat," sambung pernyaaan itu. (Baca: Eskalasi di Suriah Meningkat, Putin-Erdogan Siap Bertemu )

Tiga puluh tiga tentara Turki tewas dalam serangan udara oleh pasukan rezim Suriah yang didukung Rusia di wilayah Idlib pada hari Kamis. Ini adalah kerugian militer Turki terbesar di medan perang dalam beberapa tahun terakhir. (Baca: 33 Tentaranya Terbunuh di Idlib Suriah, Turki Mengadu ke AS dan NATO)

Insiden terbaru telah meningkatkan ketegangan lebih lanjut antara Ankara dan Moskow, yang hubungannya telah diuji oleh pelanggaran perjanjian 2018 untuk mencegah serangan rezim terhadap Idlib.

Sebagai bagian dari perjanjian tersebut, Ankara mendirikan 12 pos pengamatan di provinsi tersebut tetapi pasukan Presiden Suriah Bashar Al Assad - yang didukung oleh kekuatan udara Rusia - terus melakukan kampanye tanpa henti untuk merebut kembali wilayah tersebut.

Meski bertolak belakang, Turki dan Rusia berusaha mencari solusi politik untuk konflik Suriah. Turki diketahui mendukung beberapa kelompok pemberontak Suriah, sedangkan Rusia adalah sekutu penting rezim Bashar al-Assad.
(ian)
Berita Terkait
Erdogan Minta Putin...
Erdogan Minta Putin Bangun Koridor Keamanan di Suriah
Digandeng Erdogan, Vladimir...
Digandeng Erdogan, Vladimir Putin Sakit?
Putin Kirim Belasungkawa...
Putin Kirim Belasungkawa pada Erdogan dan Assad Terkait Korban Gempa Bumi
Makin Mesra, Turki Gandeng...
Makin Mesra, Turki Gandeng Rusia Buat Bikin Kapal Perang dan Kapal Selam
Erdogan Puji Hubungan...
Erdogan Puji Hubungan Spesial dengan Vladimir Putin
Putin Kunjungi Iran,...
Putin Kunjungi Iran, AS: Betapa Terisolasinya Rusia
Berita Terkini
Deretan Delegasi Asing...
Deretan Delegasi Asing yang Hadiri Pemakaman Khamenei, Salah Satunya Musuh Bebuyutan Iran
1 jam yang lalu
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
5 jam yang lalu
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
6 jam yang lalu
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
7 jam yang lalu
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
8 jam yang lalu
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
9 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved