Militer AS Pelajari Cedera Otak Pasukannya Akibat Serangan Iran

Rabu, 26 Februari 2020 - 03:23 WIB
Militer AS Pelajari...
Militer AS Pelajari Cedera Otak Pasukannya Akibat Serangan Iran
A A A
WASHINGTON - Ilmuwan militer Amerika Serikat (AS) akan mempelajari cedera otak yang diderita tentaranya akibat serangan rudal balistik Iran selama bertahun-tahun mendatang. Hal itu diungkapkan seorang pejabat tinggi Pentagon.

Staf Gabungan Ahli Bedah Angkatan Udara, Brigadir Jenderal Paul Friedrichs mengatakan, "luar biasa" bahwa tidak ada pasukan AS yang terluka parah dalam serangan 8 Januari terhadap dua pangkalan militer Irak yang menampung tentara Amerika.

Pasukan AS awalnya melaporkan tidak ada korban, tetapi kemudian diketahui setidaknya 110 tentara mengalami cedera otak traumatis (TBI) dari dampak 11 serangan di pangkalan Ain al Asad di provinsi Anbar Irak. Friedrichs menjelaskan mereka yang terkena menunjukkan berbagai gejala, tetapi tidak ada yang diklasifikasikan sebagai cedera serius. Sebagian besar kini telah kembali aktif bertugas.

Meskipun pemeriksaan normal dan pemindaian MRI mengungkapkan banyak tentang TBI, Friedrichs mengatakan sulit untuk menentukan tingkat cedera tanpa mengambil sampel dari otak yang terkena serangan untuk mempelajarinya di bawah mikroskop, sesuatu yang dilakukan pasca-mortem.

Friedrichs - seorang ahli bedah saraf - mengatakan TBI dapat berupa memar atau pendarahan di otak yang dapat dilihat pada MRI atau kerusakan mikroskopis pada saraf, yang hanya dapat diidentifikasi dalam sampel jaringan dengan mikroskop.

"Diagnosis yang paling pasti dilakukan setelah seseorang meninggal. Tapi kita lebih suka untuk tidak sampai ke titik itu," katanya.

"Kami adalah organisasi pengetahuan," lanjut Friedrich.

"Kami akan memisahkan data ini, kemungkinan besar, selama bertahun-tahun, membandingkannya dengan dataset lain (dari konflik dan insiden lain)," jelasnya seperti dikutip dari Newsweek, Rabu (26/2/2020).

Ia mengatakan Pentagon bermaksud untuk belajar sebanyak mungkin dari hal ini melalui proses pembelajaran berkelanjutan yang akan berlangsung lama.

Serangan Iran - bernama Operasi Martir Soleimani setelah jenderal besar mereka dibunuh AS beberapa hari sebelumnya - melibatkan lebih dari belasan rudal Fateh-110, 11 di antaranya mendarat di pangkalan Asad.

Rudal itu dapat membawa hulu ledak sekitar 1.000 pound — jauh lebih besar dari yang pernah dihadapi pasukan AS dalam perang gerilya intensitas rendah baru-baru ini di kawasan itu.

"Tidak ada yang kehilangan kaki. Tidak ada yang kehilangan mata. Tidak ada yang kehilangan anggota tubuh, yang, Anda tahu, luar biasa, mengingat kekuatan amunisi ini," jelas Friedrichs.

Pasukan AS sudah diperingatkan sebelumnya tentang serangan itu dan sebagian besar mampu berlindung di bunker, meskipun ini tidak sepenuhnya melindungi mereka dari gelombang kejut gegar otak.

Gejala TBI termasuk sakit kepala, pusing, masalah ingatan, masalah keseimbangan, mual, muntah, sulit berkonsentrasi, mudah marah, gangguan penglihatan dan dering di telinga.

Freidrichs mengatakan bahwa enam tentara AS masih menjalani diagnosis, tetapi bahwa setiap orang yang diidentifikasi mendapatkan perawatan yang dibutuhkan.

Friedrichs mencatat bahwa bunker sangat efektif melindungi orang dari cedera traumatis akut.

"Dan itu adalah berita baik bahwa para anggota dinas yang terkena serangan yang sangat signifikan ini tidak memiliki pecahan peluru atau nyawa lainnya, anggota badan atau cedera penglihatan di sana," ujarnya.

Dikatakan oleh Friedrichs bahwa Pentagon sudah menguji sensor tekanan di lapangan yang di masa depan bisa memberikan gambaran yang lebih jelas tentang siapa yang terkena ledakan berbahaya.

"Jika pelacak Anda menunjukkan bahwa Anda terkena peristiwa ledakan, maka kami akan melanjutkan dan mengevaluasi orang-orang itu untuk melihat apakah mereka memiliki cedera otak traumatis," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Presiden Iran Ebrahim...
Presiden Iran Ebrahim Raisi Tiba di AS, Demonstran Bikin Tiang Gantungan
Berita Terkini
5 Pesan Penting dari...
5 Pesan Penting dari Iran saat Pemakaman Khamenei, Balas Dendam hingga Pemerintahan yang Solid
10 menit yang lalu
3 Alasan Mojtaba Tidak...
3 Alasan Mojtaba Tidak Menghadiri Pemakaman Ayahnya, Ada Indikasi Serangan Israel
1 jam yang lalu
Deretan Delegasi Asing...
Deretan Delegasi Asing yang Hadiri Pemakaman Khamenei, Salah Satunya Musuh Bebuyutan Iran
3 jam yang lalu
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
7 jam yang lalu
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
8 jam yang lalu
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
9 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved