Duterte Ogah Buat Perjanjian Militer dengan Negara Mana Pun

Sabtu, 22 Februari 2020 - 02:18 WIB
Duterte Ogah Buat Perjanjian...
Duterte Ogah Buat Perjanjian Militer dengan Negara Mana Pun
A A A
MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte tidak tertarik untuk menegosiasikan perjanjian militer baru dengan negara mana pun. Hal itu diungkapkan oleh juru bicara kepresidenan Filipina, Salvador Panelo.

Panelo mengatakan kepada jaringan berita lokal bahwa ia bertanya kepada Duterte sendiri apakah pemimpin Filipina itu terbuka untuk perjanjian pasukan militer dengan negara lain.

"Tidak. Selama saya presiden, tidak," kata Panelo mengutip Duterte seperti dilansir dari Xinhua, Sabtu (22/2/2020).

Duterte telah berulang kali mengatakan bahwa ia ingin membangun pasukan militer dan polisi yang kuat untuk mencegah segala ancaman dan tantangan di masa depan terhadap keamanan nasional Filipina.

Selama beberapa dekade, Filipina mengandalkan Amerika Serikat untuk kebutuhan keamanannya. Namun, Duterte ingin melepaskan diri dari cengkeraman Amerika, menandakan pemutusan besar dalam hubungan militer AS-Filipina.

Filipina, atas instruksi langsung Duterte, telah secara resmi memberi tahu Washington tentang niatnya untuk secara sepihak mengakhiri Perjanjian Kunjungan Pasukan (VFA) dengan Amerika Serikat. (Baca: Duterte Ancam Akhiri Perjanjian Pertahanan dengan AS )

VFA mengatur perilaku personel angkatan bersenjata AS yang datang ke Filipina untuk ambil bagian dalam pelatihan yang disetujui dan kegiatan lainnya, termasuk namun tidak terbatas pada latihan yang terkait dengan Perjanjian Pertahanan Bersama tahun 1951.

Di bawah perjanjian itu, pemerintah Filipina dan AS sepakat untuk merespons jika terjadi serangan bersenjata oleh pasukan asing di wilayah atau kepulauan, angkatan bersenjata, kapal umum atau pesawat udara dari kedua negara.

Perjanjian VFA memberikan kerangka hukum untuk kerja sama pertahanan antara kedua negara.

Filipina dan AS menandatangani VFA pada tahun 1998 yang memungkinkan operasi militer gabungan Filipina-AS. Senat Filipina meratifikasi perjanjian tersebut pada tahun 1999, tujuh tahun setelah penutupan pangkalan AS terakhir di wilayah Filipina.

Lebih dari 300 keterlibatan militer dijadwalkan antara kedua militer selama setahun penuh. Keterlibatan ini termasuk latihan, pertukaran ahli, latihan fungsional dan pertukaran, latihan perencanaan dan tabletop.

Pada 11 Februari, Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin secara resmi memberi tahu Kedutaan Besar AS di Manila tentang keputusan pemerintah Filipina untuk mengakhiri perjanjian tersebut.

Pasal IX VFA mengatakan: "Perjanjian ini akan tetap berlaku sampai berakhirnya 180 hari dari tanggal di mana salah satu pihak memberikan pemberitahuan kepada pihak lainnya secara tertulis bahwa ia berkeinginan untuk mengakhiri perjanjian." (Baca: Ingin Lebih Independen, Duterte Batalkan Perjanjian Militer dengan AS )
(ian)
Berita Terkait
Mundur dari Dunia Politik,...
Mundur dari Dunia Politik, Duterte Calonkan Putrinya Jadi Capres
Larang Putrinya Nyapres,...
Larang Putrinya Nyapres, Duterte: Ini Bukan untuk Perempuan
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
PBB: Puluhan Ribu Tewas...
PBB: Puluhan Ribu Tewas dalam Perang Narkoba di Filipina
Sara Duterte Resmi Dilantik...
Sara Duterte Resmi Dilantik sebagai Wakil Presiden Filipina yang Baru
Putra Mendiang Diktator...
Putra Mendiang Diktator Marcos Maju dalam Pilpres Filipina
Berita Terkini
5 Pesan Penting dari...
5 Pesan Penting dari Iran saat Pemakaman Khamenei, Balas Dendam hingga Pemerintahan yang Solid
9 menit yang lalu
3 Alasan Mojtaba Tidak...
3 Alasan Mojtaba Tidak Menghadiri Pemakaman Ayahnya, Ada Indikasi Serangan Israel
1 jam yang lalu
Deretan Delegasi Asing...
Deretan Delegasi Asing yang Hadiri Pemakaman Khamenei, Salah Satunya Musuh Bebuyutan Iran
3 jam yang lalu
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
7 jam yang lalu
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
8 jam yang lalu
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
9 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved