Eks Pejabat CIA: Bukan Rusia, Tapi Israel yang Campuri Pemilu AS

Minggu, 16 Februari 2020 - 18:27 WIB
Eks Pejabat CIA: Bukan...
Eks Pejabat CIA: Bukan Rusia, Tapi Israel yang Campuri Pemilu AS
A A A
WASHINGTON - Mantan spesialis anti-terorisme dan pejabat intelijen militer Badan Intelijen Amerika Serikat (AS) atau CIA, Philip Giraldi menyebut, bukan Rusia yang turut campur dalam pemilu AS. Giraldi mengatakan, justru Israel yang turut campur dalam pemilu AS.

Dalan tulisan yang diterbitkan di Unz Review mengenai penyimpangan pemungutan suara di Kaukus Iowa baru-baru ini dari Partai Demokrat, Giraldi mengingat sejarah panjang klaim Partai Demokrat tentang campur tangan Rusia dalam pemilu 2016. Dia mencatat bahwa dampak aktualnya pada hasil pemilu 2016 tidak bisa disepelekan.

Namun, di Iowa, menurut Giraldi, Israel, bukan Rusia yang mungkin berubah menjadi bagian dari cerita minggu lalu tentang Kaukus Partai Demokrat yang sangat tidak kompeten. Dia mengutip pelaporan investigasi oleh Proyek Gray Zone kerusakan aplikasi dan akhirnya menunda pelaporan hasil kaukus selama hampir satu minggu.

Giraldi menyebut bahwa saat ini tampaknya aplikasi tersebut mungkin menjadi bagian dari operasi yang didanai oleh miliarder pro-Israel yang memiliki hubungan dekat dengan kelompok pemukim Israel yang menentang Bernie Sanders dan mendukung Pet Buttigieg.

“Pada kenyataannya, luar biasa sejauh mana Buttigieg telah mengeraskan garis mendukung Israel. Dia telah meninggalkan komitmennya yang dibuat Juni lalu bahwa dia akan menahan bantuan dari Israel, jika Tel Aiv ingin menganeksasi lebih banyak wilayah Tepi Barat," ucapnya, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (16/2/2020).

"Singkatnya, Buttigieg adalah kandidat korporat pabrikan yang tidak lebih dari jas kosong, tidak memiliki nilai-nilai inti apa pun selain berusaha menjadi presiden gay pertama. Pendiri merasa nyaman dengan dia dan dia tampan, tampaknya ramah dan pandai berbicara. Dia sekarang merasa diterima oleh pemerintah Israel dan lobi domestik yang kuat, yang selalu curiga terhadap Trump bahkan ketika dia memberi mereka hadiah," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
Rusia Sindir Amerika...
Rusia Sindir Amerika Serikat Munafik soal ICC dan Israel
Mengapa ISIS Tak Pernah...
Mengapa ISIS Tak Pernah Menyerang Israel dan Amerika Serikat?
Amerika Serikat Diam-diam...
Amerika Serikat Diam-diam Kirim Senjata dari Israel ke Ukraina
Mengapa Tak Ada Pemimpin...
Mengapa Tak Ada Pemimpin Amerika Serikat yang Jadi Buronan ICC?
Adu Kekuatan Militer...
Adu Kekuatan Militer Iran-Rusia vs Israel-Amerika Serikat, Siapa Lebih Unggul?
Putin: Kebijakan Amerika...
Putin: Kebijakan Amerika Serikat di Timur Tengah Jelas Gagal Total
Berita Terkini
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
24 menit yang lalu
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
1 jam yang lalu
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
1 jam yang lalu
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
3 jam yang lalu
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
4 jam yang lalu
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
5 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved