Pengantin ISIS asal Inggris Gagal Dapatkan Lagi Kewarganegaraannya

Sabtu, 08 Februari 2020 - 14:08 WIB
Pengantin ISIS asal...
Pengantin ISIS asal Inggris Gagal Dapatkan Lagi Kewarganegaraannya
A A A
LONDON - Pengantin ISIS asal Inggris, Shamima Begum, 20, gagal untuk mendapatkan kembali kewarganegaraannya setelah upaya bandingnya ditolak. Pemerintah Inggris telah mencabut kewarganegaraan perempuan itu setelah dia ditemukan berada di kamp pengungsi Suriah.

Pada tahun 2015, Begum melarikan diri dari London untuk bergabung dengan ISIS sebagai "pengantin jihadis". Saat bergabung dengan kelompok teroris itu usianya baru 15 tahun. Saat pergi ke Suriah, Begum masih berstatus sebagai pelajar.

Kewarganegaraannya dicabut oleh pemerintah Inggris setahun yang lalu setelah dia ditemukan tinggal di sebuah kamp pengungsi Suriah. Menurut laporan Sky News, Sabtu (8/2/2020), Begum ingin kembali ke Inggris untuk menjalani terapi setelah kematian ketiga anaknya yang masih kecil di Suriah.

Dia mengklaim dia telah ditinggalkan tanpa kewarganegaraan setelah kewarganegaraan Inggris-nya dicabut. Tahun lalu, Begum bersikeras bahwa kelompok teroris ISIS sudah "mencuci otak"-nya.

“Saya telah duduk dan memikirkan berapa lama saya harus tinggal di sini. Dan saya telah menerima bahwa saya harus tinggal di sini, saya harus menjadikan ini seperti rumah kedua," katanya kepada London Times.

“Sejak saya meninggalkan Baghouz (wilayah yang sebelumnya dikuasai ISIS di Suriah), saya benar-benar menyesali semua yang saya lakukan, dan saya merasa ingin kembali ke Inggris untuk kesempatan kedua untuk memulai hidup saya lagi. Saya dicuci otak," ujarnya.

Hanya sah di Amerika Serikat (AS) untuk mencabut kewarganegaraan warganya jika orang tersebut berhak menjadi warga negara dari negara lain.

Komisi Banding Imigrasi Khusus, yang mendengarkan kasus-kasus keamanan nasional dan mengeluarkan putusannya pada hari Jumat, mengatakan Begum bisa pergi ke Bangladesh untuk mendapatkan kewarganegaraan.

Pengacaranya berargumen bahwa Begum—yang merupakan keturunan Inggris-Bangladesh—tidak dianggap sebagai warga negara Bangladesh. "Dan karenanya dinyatakan dirinya tanpa kewarganegaraan oleh keputusan perampasan," kata pihak pengacara perempuan tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Intelijen AS dan Inggris...
Intelijen AS dan Inggris Minta ISIS Serang Pangkalan Militer Rusia di Suriah
ISIS Serbu Penjara Kurdi...
ISIS Serbu Penjara Kurdi Suriah, 25 Tewas
Profil Shamima Begum,...
Profil Shamima Begum, Wanita Inggris yang Gabung ISIS di Suriah
Terungkap, Pengantin...
Terungkap, Pengantin ISIS Shamima Begum Diselundupkan ke Suriah oleh Mata-mata Kanada
Pemberontak Gelar Serangan...
Pemberontak Gelar Serangan Kejutan Skala Besar di Suriah
Pertama Kali, Jet Tempur...
Pertama Kali, Jet Tempur Typhoon Inggris Tembak Jatuh Drone di Langit Suriah
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
5 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
6 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
7 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
8 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
9 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
10 jam yang lalu
Infografis
Kronologi Kasus Perdagangan...
Kronologi Kasus Perdagangan 25 Bayi Asal Jabar ke Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved