Meski Telah Kalah, DK PBB Anggap ISIS Masih Jadi Ancaman

Sabtu, 08 Februari 2020 - 03:35 WIB
Meski Telah Kalah, DK...
Meski Telah Kalah, DK PBB Anggap ISIS Masih Jadi Ancaman
A A A
NEW YORK - Meskipun kehilangan benteng terakhirnya di Suriah dan pemimpinnya telah tewas, ISIS tetap menjadi pusat ancaman terorisme transnasional. Hal itu diungkapkan seorang pejabat senior PBB kepada Dewan Keamanan (DK).

Kepala Kantor PBB Anti-Terorisme Vladimir Voronkov, dalam laporan terbarunya, mendesak masyarakat internasional untuk tetap bersatu dalam memerangi jangkauan kelompok ekstrimis itu yang meluas ke Afrika, Eropa dan Asia.

“ISIS terus mencari kebangkitan dan relevansi global secara online dan offline, bercita-cita untuk membangun kembali kapasitasnya untuk operasi internasional yang kompleks," ujarnya.

"Afiliasi regional ISIS terus mengejar strategi pengukuhan di zona konflik dengan mengeksploitasi permasalahan lokal," imbuhnya seperti disitir dari laman resmi DK PBB, Sabtu (8/2/2020).

Voronkov melaporkan ribuan orang asing melakukan perjalanan ke Suriah dan Irak untuk mendukung ISIS, juga dikenal sebagai Daesh, dan diperkirakan 27.000 orang masih hidup.

"Mereka akan terus menimbulkan ancaman dalam jangka pendek dan jangka panjang," cetusnya.

Voronkov mengambil contoh kekhawatiran negara Eropa atas pembebasan 1.000 narapidana terkait terorisme yang diantisipasi tahun ini, beberapa di antaranya termasuk mantan pejuang ISIS yang pulang kembali.

“ISIS kehilangan benteng terakhirnya di Republik Arab Suriah pada Maret tahun lalu dan telah melihat perubahan kepemimpinan setelah kematian al-Baghdadi pada Oktober, tetapi laporan ini menunjukkan bahwa kelompok itu tetap menjadi pusat ancaman terorisme transnasional. Kita harus tetap waspada dan bersatu dalam menghadapi momok ini,” ulas Voronkov.

Voronkov mengatakan kepada DK PBB bahwa kekhawatiran yang paling mendesak sekarang adalah situasi lebih dari 100 ribu orang yang terkait dengan ISIS, terutama wanita dan anak-anak, yang saat ini berada di kamp-kamp penahanan dan pengungsian.

Direktur Eksekutif Direktorat Eksekutif Komite Anti Terorisme, Michele Coninsx, melaporkan bahwa mereka hidup dalam kondisi yang mengerikan, membuat mereka terbuka untuk radikalisasi lebih lanjut.

Ia menyambut upaya negara untuk memulangkan wanita dan anak-anak ini, serta meminta negara lain untuk mengikutinya.

“ISIS telah menghancurkan seluruh komunitas, menghancurkan keluarga dan mencuci otak ribuan orang dengan menyebarkan ideologinya yang beracun dan sesat," ujarnya.

"Saat ini komunitas internasional memiliki kesempatan untuk menuntut para pelaku, merehabilitasi para korban dan memfasilitasi rekonstruksi serta pengembangan masyarakat di tempat-tempat yang dihancurkan oleh kekerasan ISI,”ia melanjutkan.

“Pemulangan perempuan dan anak-anak akan mempercepat proses itu, dan penuntutan terhadap pejuang ISIS dan afiliasinya, sesuai dengan hak asasi manusia internasional akan membantu membawa penutupan bagi para korban," sambungnya.

"Ini adalah salah satu tantangan penangkal terorisme di zaman kita. Tidak adanya tindakan sekarang hanya akan membuat upaya kontra-terorisme masa depan kita lebih sulit," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
PBB Sebut Ancaman ISIS...
PBB Sebut Ancaman ISIS di Sejumlah Wilayah Tetap Tinggi
57 Negara Didesak Pulangkan...
57 Negara Didesak Pulangkan 10.000 Wanita dan Anak ISIS di Kamp Suriah
Anggota ISIS Tuntut...
Anggota ISIS Tuntut Swedia atas Dugaan Pelanggaran HAM
AS Sebut Resolusi Indonesia...
AS Sebut Resolusi Indonesia Tentang Terorisme Buruk
PBB: ISIS Muncul di...
PBB: ISIS Muncul di Semua Provinsi Afghanistan, Serangan ke Taliban dan Warga Meningkat
Sekjen PBB Kecam Serangan...
Sekjen PBB Kecam Serangan KKB di Burkina Faso
Berita Terkini
Trump Terkejut Lihat...
Trump Terkejut Lihat Banyak Orang Tangisi Khamenei: Saya Pikir Orang-orang Membencinya
32 menit yang lalu
Rusia Bersiap Kirim...
Rusia Bersiap Kirim 20 Jet Tempur Su-35 untuk Iran
1 jam yang lalu
Iran Gelar Salat Jenazah...
Iran Gelar Salat Jenazah untuk Khamenei dan 4 Anggota Keluarganya yang Dibunuh AS-Israel
1 jam yang lalu
Militer China Mempromosikan...
Militer China Mempromosikan 2 Jenderal Baru setelah Banyak yang Dipecat karena Korupsi
2 jam yang lalu
Badai Ganas Ancam Gagalkan...
Badai Ganas Ancam Gagalkan Pidato Trump di Hari Kemerdekaan AS, Ribuan Orang Berhamburan Kabur
2 jam yang lalu
Takut Ditangkap, Menteri...
Takut Ditangkap, Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Dilaporkan Batal Terbang ke New York
3 jam yang lalu
Infografis
Sektor Keuangan Akan...
Sektor Keuangan Akan jadi Sasaran Ancaman Siber di 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved