Pompeo Lanjutkan Sharing Intelijen Meski Inggris Izinkan Huawei

Jum'at, 31 Januari 2020 - 05:01 WIB
Pompeo Lanjutkan Sharing...
Pompeo Lanjutkan Sharing Intelijen Meski Inggris Izinkan Huawei
A A A
LONDON - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mendukung peran Inggris dalam sistem istimewa untuk sharing intelijen AS. Dia menepis perselisihan terkait keputusan London mengizinkan perusahaan China, Huawei, untuk membangun jaringan telepon seluler baru di Inggris.

Dalam kunjungan sangat simbolis ke Inggris, hari sebelum negara itu keluar dari Uni Eropa (UE), Pompeo menyatakan jaringan sharing intelijen "Lima Mata" tetap kuat dan berjalan meski keputusan Inggris pekan ini tidak mengeluarkan Huawei dari suplai peralatan telekomunikasi 5G.

Pompeo juga menyatakan Inggris akan berada di barisan depan untuk kesepakatan dagang pasca-Brexit dengan AS. Sikap ini berbeda dengan pendahulu Presiden Donald Trump, Barack Obama yang mencoba meyakinkan pemilih Inggris agar tidak mendukung Brexit.

AS selama ini menerapkan tekanan kuat pada negara-negara lain untuk mengeluarkan Huawei dari jaringan seluler. AS beralasan teknologi Huawei dapat memberi pintu belakang untuk aktivitas spionase China. Huawei menyangkal tuduhan itu dan menegaskan peralatannya bukan ancaman keamanan.

"Saya sangat yakin bahwa dua bangsa kita akan menemukan cara bekerja sama menyelesaikan perbedaan ini," papar Pompeo yang menekankan kuatnya hubungan kedua negara.

AS sejak lama menegaskan dapat membatasi sharing intelijen dengan negara-negara yang tidak mengeluarkan Huawei dari sistem jaringan seluler. AS dan Inggris termasuk dalam kelompok sharing intelijen "Lima Mata" yang melibatkan Australia, Kanada dan Selandia Baru.

"Dengan menghormati pada informasi dan hubungan Lima Mata, hubungan itu dalam, itu kuat, itu akan tetap ada. Semua elemen lima mata akan bekreja sama untuk memastikan sistem itu cukup aman," ujar Pompeo.
(sfn)
Berita Terkait
Houthi Murka Usai Amerika...
Houthi Murka Usai Amerika Serikat dan Inggris Bombardir Yaman
Akibat Percampuran Budaya,...
Akibat Percampuran Budaya, Bahasa Baru Hadir di Amerika Serikat
Lima Mata akan Buta...
Lima Mata akan Buta Tanpa Dukungan Amerika Serikat
Bombardir Houthi, Inggris...
Bombardir Houthi, Inggris Kerahkan Jet Tempur RAF Typhoon FGR4
Ini Perbedaan Vaksin...
Ini Perbedaan Vaksin Booster di Amerika Serikat, Inggris, dan Australia
Cedera, Harry Kane Terancam...
Cedera, Harry Kane Terancam Absen Bela Inggris Lawan Amerika Serikat
Berita Terkini
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
1 jam yang lalu
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
1 jam yang lalu
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
3 jam yang lalu
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
4 jam yang lalu
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
5 jam yang lalu
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
5 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved