AS Habisi Jenderal Soleimani, Iran Ingin Seret Trump ke ICC

Selasa, 21 Januari 2020 - 11:53 WIB
AS Habisi Jenderal Soleimani,...
AS Habisi Jenderal Soleimani, Iran Ingin Seret Trump ke ICC
A A A
TEHERAN - Pemerintah Iran telah menyatakan niatnya untuk mengajukan tuntutan terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Mahkamah Pidana Internasional (ICC) di Den Haag. Tuntutan akan diajukan karena militer Amerika membunuh komandan pasukan Quds, Mayor Jenderal Qassem Soleimani, melalui serangan drone di Baghdad 3 Januari lalu.

"Kami bermaksud untuk mengajukan tuntutan hukum di Republik Islam (Iran), Irak, dan Pengadilan Den Haag (ICC) terhadap militer, pemerintah Amerika dan terhadap Trump," kata juru bicara otoritas kehakiman Iran, Gholamhossein Esmaeili.

"Tidak ada keraguan bahwa militer AS telah melakukan tindakan teroris untuk membunuh Komandan Garda Jenderal Soleimani dan Komandan Kedua Unit Mobilisasi Populer (PMU) Abu Mahdi al-Muhandis," lanjut Esmaeili, seperti dikutip dari Middle East Monitor, Selasa (21/1/2020).

Sejak pembunuhan terhadap Soleimani, para pemimpin Iran bersumpah untuk balas dendam politik, militer, dan hukum atas apa yang mereka gambarkan sebagai pembunuhan di luar hukum terhadap salah satu pahlawan militer terbesar mereka. Gelombang pertama serangan balas dendam telah dilakukan Iran hampir seminggu setelah pembunuhan Soleimani, di mana Pangkalan Udara Ain Al-Asad di Irak yang digunakan militer AS dihantam belasan rudal balistik.

Pembunuhan AS terhadap Soleimani dan respons Iran dipandang oleh beberapa analis sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Irak dan pelanggaran hukum internasional. Aksi saling serang itu dilakukan tanpa persetujuan pemerintah di Baghdad.

Keberadaan Jenderal Soleimani di Baghdad pada saat pembunuhannya diyakini atas undangan pemerintah Irak untuk membahas peningkatan eskalasi di kawasan tersebut.

Ada narasi yang saling bertentangan terkait pembunuhan Soleimani oleh AS. Presiden Trump telah di bawah tekanan untuk menjelaskan alasan memerintahkan pembunuhan jenderal paling terkenal di Iran itu.

Narasi resmi pemerintah Trump adalah bahwa Soleimani memberikan "ancaman segera" kepada AS dan berencana menyerang empat kedutaan besar Amerika.

Namun, penjelasan ini tidak meyakinkan semua orang, apalagi anggota Kongres Demokrat dan Pentagon. Menteri Pertahanan AS, Mark Esper, telah melemparkan keraguan lebih lanjut atas narasi resmi itu dengan mengakui bahwa ia tidak melihat bukti spesifik berkaitan dengan rencana serangan terhadap empat kedutaan Amerika di Timur Tengah.

Trump bereaksi terhadap ketidakmampuannya untuk meyakinkan para pengkritiknya dengan menyarankan bahwa alasan untuk membunuh Soleimani tidak penting karena catatan masa lalunya. "Itu tidak terlalu penting karena masa lalunya yang mengerikan!," kata Trump di Twitter.
(mas)
Berita Terkait
Disurati Trump dengan...
Disurati Trump dengan Ancaman Aksi Militer, Ini Respons Ayatollah Khamenei
Khamenei Sebut Perang...
Khamenei Sebut Perang Timur Tengah Pecah Jika AS Menginvasi Iran, Ini Respons Trump
Diancam Trump, Khamenei...
Diancam Trump, Khamenei Perintahkan Iran Lanjutkan Pengembangan Rudal Canggih
Trump Kecam Harris Asyik...
Trump Kecam Harris Asyik Berpesta saat Timur Tengah Membara
Dalih Iran usai 11 Kapalnya...
Dalih Iran usai 11 Kapalnya Kepung Beberapa Kapal Perang AS
Trump Klaim Iran Ingin...
Trump Klaim Iran Ingin Menjadikannya Pemimpin Tertinggi Penerus Ayatollah Khamenei
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
2 jam yang lalu
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
2 jam yang lalu
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
4 jam yang lalu
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
5 jam yang lalu
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
6 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved