Mengenal Reza Pahlavi, Pria yang Prediksi Rezim Iran Segera Runtuh

loading...
Mengenal Reza Pahlavi, Pria yang Prediksi Rezim Iran Segera Runtuh
Mengenal Reza Pahlavi, Pria yang Prediksi Rezim Iran Segera Runtuh
WASHINGTON - Pria bernama Reza Pahlavi, dalam sebuah perbincangan di Washington, memprediksi rezim berkuasa di Iran saat ini akan segera runtuh. Dia ternyata mantan putra mahkota Iran.

Dalam percakapan di Hudson Institute di Washington dengan fellow senior Mike Doran pada hari Rabu pekan lalu, Pahlavi mengatakan "awal dari akhir" rezim Iran sudah dimulai, yakni terlihat dari protes baru-baru ini di Iran yang berbeda dari demonstrasi sebelumnya.

"Orang-orang mencium peluang untuk pertama kalinya dalam 40 tahun," katanya. "Kali ini sangat berbeda dari 2009, bahkan sangat berbeda dari 1997. Orang-orang sudah memilikinya. Generasi muda Iran saat ini tidak tahan lagi. Mereka ingin memiliki kesempatan untuk masa depan yang lebih baik. Mereka ingin berada di jalur modernitas dan kebebasan. Satu-satunya hal yang berdiri di antara mereka dan dunia bebas adalah rezim ini."

Pahlavi mengatakan bahwa inilah saatnya bagi Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei untuk mundur dan memungkinkan transisi damai, dengan meminimalkan jumlah korban.





"Kepada pasukan yang menggunakan represi sebagai alat, yang bisa saya katakan adalah bahwa tidak ada cukup banyak orang yang bisa mereka bunuh untuk mempertahankan rezim ini dalam kekuasaan. Mereka lebih baik mundur dan bergabung dengan saudara-saudara mereka," ujarnya. "Rezim ini tidak dapat direformasi dan harus disingkirkan," paparnya, seperti dikutip The Jerusalem Post, kemarin.

"Sudah lama waktu terlewat bagi Anda untuk mendengar suara mereka," katanya kepada hadirin di Hudson Institute dan menekankan bahwa tidak ada gunanya mencoba bernegosiasi dengan Republik Islam Iran.

"Dalam menawarkan negosiasi rezim tanpa prasyarat, Anda mengabaikan permintaan rakyat untuk dukungan tanpa syarat. Bahkan, Anda mengkhianati mereka dengan mengakomodasi penindas mereka. Perhatian dan solidaritas internasional sangat penting bagi setiap gerakan yang berusaha menggulingkan rezim totaliter," kata Pahlavi.

Dia meminta negara-negara Barat untuk tidak melakukan pendekatan peredaan dengan Iran. "Sama seperti rezim yang telah menunjukkan pola konsistensi yang tidak dapat disangkal dalam perilakunya, demikian juga demokrasi Barat dalam perilaku mereka terhadap rezim," katanya.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top