Berbahaya, FAA Larang Pesawat AS Terbang di Langit Iran dan Irak

Kamis, 09 Januari 2020 - 04:52 WIB
Berbahaya, FAA Larang...
Berbahaya, FAA Larang Pesawat AS Terbang di Langit Iran dan Irak
A A A
WASHINGTON - Administrasi Penerbangan Federal (FAA) Amerika Serikat (AS) mengeluarkan larangan bagi maskapai negara tersebut untuk menerbangkan pesawat di wilayah udara Iran dan Irak. Wilayah udara atau kawasan langit di kedua negara itu dianggap sudah berbahaya bagi penerbangan sipil.

Larangan muncul pada hari yang sama ketika pesawat Boeing 737 milik Ukraine International Airlines jatuh setelah lepas landas dari bandara Imam Khomeini di Teheran, kemarin.

Tragedi jatuhnya pesawat dengan korban tewas 176 orang ini juga terjadi pada hari yang sama saat 15 rudal Teheran menyerang dua pangkalan militer Amerika di Irak.

Sebelumnya, otoritas penerbangan sipil Jerman sudah lebih dulu mengeluarkan pembatasan bagi perusahaan penerbangan yang terlalu banyak terbang di wilayah udara Irak. Namun, larangan dari Jerman terbatas pada enam rute ke timur laut Irak.

Pembatasan overflying di wilayah udara Irak tidak sepenuhnya baru bagi banyak maskapai, tetapi tingkat keparahannya telah meningkat secara signifikan. Hingga Selasa lalu, di wilayah udara Irak, operator AS dilarang terbang di ketinggian di bawah level 260 (FL 260).

Menurut pemberitahuan FAA, operator Amerika Serikat sekarang dilarang melakukan overflying baik Irak maupun Iran di ketinggian berapa pun.

"Pernyataan FAA; NOTAM (Notice To Airmen) mengeluarkan garis besar pembatasan penerbangan yang melarang operator penerbangan sipil AS beroperasi di wilayah udara di atas Irak, Iran, dan perairan Teluk Persia dan Teluk Oman," bunyi pemberitahuan FAA yang dikutip dari akun Twitter-nya, @FAANews, semalam (8/1/2020).

"Menurut NOTAM, risikonya adalah karena meningkatnya kegiatan militer dan meningkatnya ketegangan politik di Timur Tengah, yang menghadirkan risiko yang tidak disengaja bagi operasi penerbangan sipil AS karena potensi kesalahan perhitungan atau kesalahan identifikasi," lanjut pemberitahuan tersebut.

Pihak yang terkena dampak dari larangan ini adalah semua pilot dan pesawat terbang Amerika Serikat kecuali yang dioperasikan oleh atau untuk maskapai udara asing. Pilot dapat menyimpang dari NOTAM jika terjadi situasi darurat atau dianggap perlu.
(mas)
Berita Terkait
Kesaksian Tentara AS:...
Kesaksian Tentara AS: Gelombang Ledakan Rudal Iran Dirasakan Sekujur Tubuh
Cedera Otak akibat Rudal...
Cedera Otak akibat Rudal Iran, 29 Tentara AS Diberi Purple Heart
Digagalkan, Serangan...
Digagalkan, Serangan Drone Bersenjata ke Pangkalan Militer AS di Irak
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Trump Kecam Harris Asyik...
Trump Kecam Harris Asyik Berpesta saat Timur Tengah Membara
Tembak Jatuh Pesawat...
Tembak Jatuh Pesawat Ukraina, Iran Salahkan Sistem Rudalnya
Berita Terkini
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
19 menit yang lalu
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
53 menit yang lalu
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
1 jam yang lalu
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
1 jam yang lalu
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
2 jam yang lalu
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
2 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved