Kesaksian Tentara AS: Gelombang Ledakan Rudal Iran Dirasakan Sekujur Tubuh

Kamis, 23 April 2020 - 15:26 WIB
loading...
Kesaksian Tentara AS:...
Para tentara Amerika Serikat melihat dampak serangan rudal balistik Iran yang menghancurkan Pangkalan Udara Al Asad, Irak. Foto/US Army/Derek Mustard
A A A
WASHINGTON - Letnan Kolonel Staci Coleman ingat betul dampak dari serangan rudal pertama Iran yang menghantam Pangkalan Udara Al Asad, Irak, pada malam 7 Januari 2020.

"Gelombang ledakan bisa dirasakan di sekujur tubuh," katanya. Kesaksian Coleman ini bagian dari beberapa kesaksian tentara Amerika Serikat (AS) tentang dahsyatnya rentetan serangan rudal Teheran beberapa bulan lalu. Kesaksian mereka resmi dirilis Komando Angkatan Udara Amerika beberapa hari lalu.

Seperti tentara lain yang berjongkok di pangkalan, Coleman ingat bahwa dia memikirkan keluarganya dan menghubungi mereka hanya untuk mengatakan; "Aku mencintaimu." Ucapan itu dia sampaikan tak lama setelah diperingatkan tentang serangan misil Teheran segera tiba.

Sesaat setelah Coleman menghubungi keluarganya, belasan rudal balistik Iran menghujani Pangkalan Udara Al Asad, tempat pasukan AS dan Irak berlatih bersama.

Coleman, komandan Skuadron Ekspedisi Udara ke-443, adalah salah satu dari 24 penerbang AS yang laporan kesaksiannya dirangkum Komando Angkatan Udara AS. Laporan kesaksian itu termasuk mereka yang ditempatkan di Pangkalan Udara Erbil, Camp Taji dan Camp Manion, yang semuanya terkena dampak ledakan misil-misil balistik Iran.

Serangan Teheran itu sebagai pembalasan atas serangan pesawat tak berawak 3 Januari yang menewaskan komandan Pasukan Quds Iran, Mayor Jenderal Qasem Soleimani.

Laporan awal menunjukkan tidak ada orang Amerika yang terluka dalam serangan itu. Namun, Pentagon berulang kali mengubah pernyataannya mengenai korban cedera, kemudian membenarkan bahwa banyak pasukan Amerika mengalami gejala seperti gegar otak.

Menurut data Pentagon, total ada 110 tentara Amerika yang menderita cedera otak traumatis ringan. Pekan lalu, juru bicara Departemen Pertahanan AS Letkol Thomas Campbell mengatakan kepada Military.com bahwa jumlahnya tidak bertambah.

Menurutnya, mayoritas tentara yang terkena dampak—sekitar 70 persen—telah kembali bertugas di Irak pada 21 Februari. Itu termasuk beberapa tentara yang diangkut ke Jerman untuk evaluasi dan perawatan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Trump: Kesepakatan Nuklir...
Trump: Kesepakatan Nuklir Batal Jika Arab Saudi Tak Normalisasi Hubungan dengan Israel
6 Calon Sekjen PBB Debat,...
6 Calon Sekjen PBB Debat, Paparkan Atasi Konflik Global di Masa Depan
Rekomendasi
Wajah Baru Lotte Mart...
Wajah Baru Lotte Mart Wholesale Serang Tawarkan Pengalaman Belanja dan Kuliner dalam Satu Destinasi
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Eksplorasi Menyeluruh...
Eksplorasi Menyeluruh Thailand: Keseruan Berwisata di Bangkok dan Pattaya
Berita Terkini
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved