Dubes Iran untuk PBB: AS Memulai Perang dengan Membunuh Soleimani

Sabtu, 04 Januari 2020 - 15:22 WIB
Dubes Iran untuk PBB:...
Dubes Iran untuk PBB: AS Memulai Perang dengan Membunuh Soleimani
A A A
NEW YORK - Duta Besar (Dubes) Iran untuk PBB Majid Takht Ravanchi mengatakan Amerika Serikat (AS) memulai perang militer melawan Republik Islam Iran dengan membunuh Jenderal Qasem Soleimani , komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.

"Tadi malam (kemarin pagi waktu Baghdad), mereka (Amerika Serikat) memulai perang militer dengan membunuh, dengan aksi teror terhadap salah satu jenderal utama kami. Jadi apa lagi yang bisa diharapkan dari Iran? Kami tidak bisa hanya diam saja. Kami harus bertindak dan kami akan bertindak," kata Ravanchi kepada CNN.

Menggemakan pernyataan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, diplomat Iran itu menjanjikan bahwa bahwa Amerika Serikat akan menghadapi pembalasan atas pembunuhan Jenderal Soleimani. (Baca: Jenderal Soleimani Dibunuh, AS dan Iran di Ambang Perang Besar-besaran )

“Respons terhadap aksi militer adalah aksi militer. Oleh siapa? Kapan? Dimana? Itu buat masa depan untuk disaksikan," ujar Ravanchi yang dilansir Sabtu (4/1/2020).

Pada Jumat dini hari waktu Baghdad, Soleimani terbunuh oleh serangan udara pesawat nirawak AS di dekat Bandara Internasional Baghdad, Irak. Sekitar 11 orang lainnya, termasuk komandan milisi Syiah Irak Abu Mahdi al-Muhandis, juga tewas.

Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington mengambil tindakan terhadap Soleimani untuk "menghentikan perang". Pentagon telah mengonfirmasi bahwa serangan mematikan itu atas perintah Presiden Trump. (Baca juga: AS Habisi Jenderal Soleimani, Iran Siap Balas Dendam )

Seorang penasihat Presiden Iran Hassan Rouhani, mengatakan Amerika Serikat sudah melewati "garis merah" dengan melakukan serangan itu.

Pembunuhan terhadap jenderal Iran itu semakin memanaskan ketegangan di Timur Tengah. Kedutaan Besar AS di Baghdad pada hari Jumat meminta warga AS untuk meninggalkan Irak sesegera mungkin.

Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional Iran mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya akan menanggapi kematian Soleimani "pada waktu dan tempat yang tepat".
(mas)
Berita Terkait
13 Rudal dan Drone Iran...
13 Rudal dan Drone Iran yang Bisa Hapus Pangkalan AS di Timur Tengah dari Peta
Digagalkan, Serangan...
Digagalkan, Serangan Drone Bersenjata ke Pangkalan Militer AS di Irak
Disurati Trump dengan...
Disurati Trump dengan Ancaman Aksi Militer, Ini Respons Ayatollah Khamenei
Elon Musk Bertekad Damaikan...
Elon Musk Bertekad Damaikan Iran dengan Amerika Serikat
Militer Irak Hancurkan...
Militer Irak Hancurkan Dua Drone yang Terbang di Atas Basis Militer AS
Khamenei Sebut Perang...
Khamenei Sebut Perang Timur Tengah Pecah Jika AS Menginvasi Iran, Ini Respons Trump
Berita Terkini
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
17 menit yang lalu
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
1 jam yang lalu
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
2 jam yang lalu
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
3 jam yang lalu
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
4 jam yang lalu
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved