Pompeo Berharap Kim Jong-un Pilih Perdamaian Dibanding Perang
Rabu, 01 Januari 2020 - 13:36 WIB
Pompeo Berharap Kim Jong-un Pilih Perdamaian Dibanding Perang
A
A
A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo mengatakan, ia berharap Korea Utara (Korut) akan memilih perdamaian dibanding konflik. Ini adalah respon atas pernyataan pemimpin Korut, Kim Jong-un bahwa Pyongyang akan terus mengembangkan program nuklir dan memperkenalkan senjata strategis baru dalam waktu dekat.
"Jadi, melihat laporan itu (pernyataan Kim Jong-un) secara publik, kami tetap berharap bahwa Kim Jong-un akan mengambil jalur yang berbeda," kata Pompeo dalam sebuah wawancara dengan Fox News.
"Kami berharap bahwa dia akan membuat keputusan yang tepat, ia akan memilih perdamaian dan kemakmuran daripada konflik dan perang," sambungnya dalam wawancara tersebut, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (1/1/2020).
Sebelumnya, Jong-un mengatakan, Pyongyang berencana untuk mengembangkan program nuklir lebih lanjut dan memperkenalkan senjata strategis baru dalam waktu dekat. Meski demikian, dia tetap membuka pintu dialog dengan AS.
Berbicara pasca pertemuan empat hari dengan para pejabat tinggi Korut, Jong-un mengatakan, tidak ada alasan bagi Pyongyang untuk kembali terikat oleh moratorium yang dinyatakan sendiri atas pengujian bom nuklir dan rudal balistik antarbenua (ICBM).
Dia menuduh AS membuat tuntutan seperti gangster dan mempertahankan kebijakan bermusuhan, termasuk dengan terus mengadakan latihan militer bersama dengan Korea Selatan (Korsel), mengadopsi senjata canggih dan menjatuhkan sanksi.
"Jadi, melihat laporan itu (pernyataan Kim Jong-un) secara publik, kami tetap berharap bahwa Kim Jong-un akan mengambil jalur yang berbeda," kata Pompeo dalam sebuah wawancara dengan Fox News.
"Kami berharap bahwa dia akan membuat keputusan yang tepat, ia akan memilih perdamaian dan kemakmuran daripada konflik dan perang," sambungnya dalam wawancara tersebut, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (1/1/2020).
Sebelumnya, Jong-un mengatakan, Pyongyang berencana untuk mengembangkan program nuklir lebih lanjut dan memperkenalkan senjata strategis baru dalam waktu dekat. Meski demikian, dia tetap membuka pintu dialog dengan AS.
Berbicara pasca pertemuan empat hari dengan para pejabat tinggi Korut, Jong-un mengatakan, tidak ada alasan bagi Pyongyang untuk kembali terikat oleh moratorium yang dinyatakan sendiri atas pengujian bom nuklir dan rudal balistik antarbenua (ICBM).
Dia menuduh AS membuat tuntutan seperti gangster dan mempertahankan kebijakan bermusuhan, termasuk dengan terus mengadakan latihan militer bersama dengan Korea Selatan (Korsel), mengadopsi senjata canggih dan menjatuhkan sanksi.
(esn)