Seperti Indonesia, Malaysia Tak Intervensi China soal Muslim Uighur

Sabtu, 28 Desember 2019 - 13:09 WIB
Seperti Indonesia, Malaysia...
Seperti Indonesia, Malaysia Tak Intervensi China soal Muslim Uighur
A A A
KUALA LUMPUR - Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad menegaskan bahwa pemerintah Malaysia tidak intervensi urusan dalam negeri China terkait kebijakannya terhadap kelompok etnik Muslim Uighur di Xinjiang. Sikap Mahathir ini sama dengan sikap pemerintah Indonesia.

Kepala Staf Kepresidenan Indonesia, Moeldoko, sebelumnya menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tak akan mencampuri urusan internal China terkait krisis Muslim Uighur karena menyangkut kedaulatan negara terkait.

Moeldono mengatakan sikap pemerintah Indonesia itu sudah menjadi standar dalam hubungan internasional.

"Jadi pemerintah (Indonesia) tidak ikut campur dalam urusan negara China mengatur dalam negeri. Itu prinsip-prinsip dalam standar hubungan internasional," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin lalu.

Kendati menolak ikut campur urusan internal China, Mahathir mengakui adanya penindasan terhadap minoritas Muslim di Xinjiang. "Malaysia mengadopsi Kebijakan Luar Negeri yang selalu mengusahakan hak setiap negara untuk menyelesaikan masalah internalnya tanpa intervensi asing," katanya, seperti dikutip dari Malaysiakini, Sabtu (28/12/2019).

"Masalah penindasan terhadap Muslim di seluruh dunia termasuk etnik Uighur di provinsi Xinjiang, China, ada dan perlu diakui oleh semua," ujarnya. "Namun, dalam kasus pengungsi Uighur, pemerintah tidak mau ikut campur dalam urusan internal Republik Rakyat China."

Mahathir menyamapaikan sikapnya saat menjawab Anggota Parlemen Chan Foong Hin yang bertanya apakah Malaysia akan membawa pengungsi Uighur atau mengirim mereka ke negara ketiga.

"Jadi, jika ada pengungsi Uighur melarikan diri ke Malaysia untuk perlindungan, Malaysia tidak akan mengekstradisi pengungsi Uighur meskipun ada permintaan dari Republik Rakyat China," ujarnya.

"Mereka diizinkan pergi ke negara ketiga karena mereka memiliki ketakutan yang kuat akan keselamatan mereka sendiri atau kemungkinan besar akan dianiaya, yang menurut mereka tidak akan memberikan perlindungan yang adil di negara asal mereka," imbuh Mahathir.
(mas)
Berita Terkait
Masuk Rumah Sakit, Mahathir...
Masuk Rumah Sakit, Mahathir Mohammad Lakukan Pemeriksaan Medis dan Observasi
Tua-tua Keladi, Mahathir...
Tua-tua Keladi, Mahathir Mohamad Bentuk Parti Pejuang Tanah Air
Mahathir Dukung Kandidat...
Mahathir Dukung Kandidat Baru Perdana Menteri Malaysia
Diusir Partainya Sendiri,...
Diusir Partainya Sendiri, Mahathir Melawan
Mantan PM Malaysia Najib...
Mantan PM Malaysia Najib Razak Terbebas dari Jeratan Korupsi
Mahathir Mohamad Dikeluarkan...
Mahathir Mohamad Dikeluarkan dari Partainya Sendiri
Berita Terkini
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
54 menit yang lalu
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
1 jam yang lalu
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
3 jam yang lalu
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
3 jam yang lalu
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
5 jam yang lalu
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
5 jam yang lalu
Infografis
3 Negara yang Teguh...
3 Negara yang Teguh Tak Akui Taiwan, Salah Satunya Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved