Pertama Kalinya, Staf Yahudi Pemerintah Biden Mundur karena AS Dukung Perang Israel di Gaza

Kamis, 16 Mei 2024 - 10:22 WIB
loading...
Pertama Kalinya, Staf...
Lily Greenberg Call, orang Yahudi yang jadi staf Departemen Dalam Negeri Pemerintah Presiden AS Joe Biden mengundurkan diri. Itu sebagai protes karena AS dukung perang Israel di Gaza. Foto/igs.berkeley.edu
A A A
WASHINGTON - Untuk pertama kalinya, orang Yahudi yang menjadi staf Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat (AS) pilihan Presiden Joe Biden mengundurkan diri pada hari Rabu. Dia mundur sebagai protes atas dukungan AS terhadap perang Israel di Gaza.

Lily Greenberg Call, asisten khusus kepala staf di Departemen Dalam Negeri, menuduh Presiden Biden menggunakan orang Yahudi untuk membenarkan kebijakan AS dalam konflik di Gaza, Palestina.

Call pernah bekerja untuk kampanye kepresidenan Biden dan Kamala Harris, dan sudah lama menjadi aktivis dan advokasi Israel di Washington dan tempat lain sebelum bergabung dengan pemerintah.

Baca Juga: Mayor AD Amerika Mundur, Malu AS Dukung Perang Israel di Gaza

Dia setidaknya menjadi staf pemerintahan tingkat menengah atau senior kelima yang mengumumkan pengunduran diri mereka sebagai protes atas dukungan militer dan diplomatik pemerintahan Biden terhadap perang Israel melawan Hamas yang sudah berlangsung selama tujuh bulan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
Houthi Umumkan Blokade...
Houthi Umumkan Blokade Laut Terhadap Arab Saudi
Perang AS-Iran Memanas,...
Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Sangkal Ada Tren Kenaikan...
Sangkal Ada Tren Kenaikan Lepas Kewarganegaraan, Menkum: Yang Ingin Jadi Warga Negara Lebih Banyak
Ilmu Komunikasi UNPAM...
Ilmu Komunikasi UNPAM Gelar Webinar Strategi Portofolio dan LinkedIn bagi Mahasiswa
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
Berita Terkini
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved