Saudi Vonis Mati 5 Terdakwa Pembunuhan Khashoggi, Ini Reaksi AS dan Turki

Selasa, 24 Desember 2019 - 07:35 WIB
Saudi Vonis Mati 5 Terdakwa...
Saudi Vonis Mati 5 Terdakwa Pembunuhan Khashoggi, Ini Reaksi AS dan Turki
A A A
WASHINGTON - Pengadilan Arab Saudi menjatuhkan hukuman mati kepada lima terdakwa pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Turki memberikan respons yang berbeda.

Gedung Putih belum mengeluarkan pernyataan resmi pada Senin sore atau sesaat setelah vonis mati keluar. Namun, pejabat senior pemerintah Donald Trump menyebut hukuman itu sebagai langkah penting.

"Ini adalah langkah penting dalam meminta pertanggungjawaban atas kejahatan mengerikan ini, dan kami mendorong Arab Saudi untuk melanjutkan proses peradilan yang adil dan transparan," kata pejabat tersebut yang berbicara dalam kondisi anonim seperti dikutip The Hill, Selasa (24/11/2019).

Khashoggi, jurnalis pengkritik Kerajaan Arab Saudi yang juga kolumnis Washington Post, dibunuh dan dimutilasi pada tahun 2018 oleh pasukan pembunuh Saudi di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Pemerintah Turki tidak puas dengan hukuman tersebut dengan alasan dalang di balik pembunuhan Khashoggi tak tersentuh hukum. Ankara menganggap vonis tersebut sebagai putusan gagal.

"Fakta bahwa aspek-aspek penting seperti nasib jasad Khashoggi, dalang pembunuhan dan setiap kolaborator lokal tetap dalam kegelapan adalah selang keadilan yang mendasar dan melanggar prinsip akuntabilitas," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Hami Aksoy dalam sebuah pernyataan.

Pelapor Khusus PBB yang menyelidiki kematian wartawan tersebut, Agnes Callmard, juga tidak puas dengan putusan pengadilan Saudi. “Intinya: para pembunuh bayaran bersalah, dihukum mati. Dalang tidak (dihukum), hanya berjalan bebas. Mereka hampir tidak tersentuh oleh investigasi dan persidangan," kata Callamard."Itu adalah kebalikan dari keadilan. Itu adalah ejekan."

Kematian Khashoggi memicu kemarahan internasional, termasuk seruan di Amerika Serikat untuk meninjau kembali hubungan Washington dengan Riyadh. Namun, Presiden Trump, bagaimanapun, menentang hukuman keras terhadap Riyadh, dengan alasan aliansi AS-Saudi diperlukan untuk melawan Iran dan melindungi sumber pasokan minyak global. Dia juga berargumen bahwa pemutusan hubungan akan merugikan produsen senjata AS.

Seperti diberitakan sebelumnya Wakil Jaksa Penuntut Umum Saudi Shaalan al-Shaalan mengumumkan dalam konferensi pers yang disiarkan televisi pada Senin bahwa hukuman mati dijatuhkan kepada lima terdakwa terkait dengan pembunuhan Khashoggi. Selain itu, hukuman penjara total 24 tahun dijatuhkan kepada tiga terdakwa lainnya. Dia tidak menyebutkan siapa pun dari mereka yang dihukum.

Persidangan kasus ini berjalan hampir setahun dan ditutup untuk umum. Shaalan juga mengatakan, tiga pejabat tinggi dibebaskan, termasuk mantan penasihat top Putra Mahkota Mohammad bin Salman, Saud al-Qahtani. Ahmed al-Assiri, mantan wakil kepala intelijen, dan Mohamed al-Otaibi, yang merupakan Konsul Jenderal di Konsulat Saudi di Istanbul ketika pembunuhan itu terjadi, juga dibebaskan.

Amnesty International dengan cepat mengecam vonis itu sebagai "kapur". "Vonis ini adalah kapur yang tidak membawa keadilan atau kebenaran bagi Jamal Khashoggi dan orang-orang yang dicintainya,” kata Lynn Maalouf, Direktur Amnesty International untuk Timur Tengah, dalam sebuah pernyataan.

"Putusan gagal untuk mengatasi keterlibatan pemerintah Saudi dalam kejahatan yang menghancurkan ini atau memperjelas lokasi jenazah Jamal Khashoggi," lanjut Maalouf.

"Mengingat kurangnya transparansi dari otoritas Saudi, dan dengan tidak adanya peradilan yang independen, hanya investigasi internasional, independen dan tidak memihak yang dapat memberikan keadilan bagi Jamal Khashoggi," imbuh Maalouf.
(mas)
Berita Terkait
Batalkan Hukuman Mati...
Batalkan Hukuman Mati 5 Pembunuh Khashoggi, Saudi Diolok-olok
AS Tak Hukum Putra Mahkota...
AS Tak Hukum Putra Mahkota Arab Saudi soal Khashoggi, Ini Alasannya
Dubes Saudi soal Khashoggi:...
Dubes Saudi soal Khashoggi: Putra Mahkota MBS Bersih dari Semua Kesalahan
Diserang Wartawan Soal...
Diserang Wartawan Soal Pembunuhan Khashoggi, Trump Bela MBS di Gedung Putih
Akhiri Keretakan, Begini...
Akhiri Keretakan, Begini Momen Hangat Erdogan Bertemu Raja Salman dan Pangeran MBS Pasca-Pembunuhan Jamal Khashoggi
Algojo Pembunuh Khashoggi...
Algojo Pembunuh Khashoggi Disebut Gunakan Jet Pribadi Putra Mahkota Saudi
Berita Terkini
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
8 menit yang lalu
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
2 jam yang lalu
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
3 jam yang lalu
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
4 jam yang lalu
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
5 jam yang lalu
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
6 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved