Algojo Pembunuh Khashoggi Disebut Gunakan Jet Pribadi Putra Mahkota Saudi

loading...
Algojo Pembunuh Khashoggi Disebut Gunakan Jet Pribadi Putra Mahkota Saudi
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman. Foto/REUTERS
WASHINGTON - Para algojo Arab Saudi yang membunuh dan memotong-motong tubuh jurnalis Jamal Khashoggi menggunakan dua jet pribadi milik Sky Prime Aviation, sebuah perusahaan milik Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman (MBS). Hal itu terungkap dalam dokumen sangat rahasia yang diperoleh CNN hari Rabu.

Khashoggi, jurnalis dan kolumnis Washington Post kelahiran Saudi yang gencar mengkritik kerajaan, dibunuh dan dimutilasi pada tahun 2018 di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki. Setelah menghadapi tuduhan terlibat dalam pembunuhan jurnalis tersebut, Riyadh menghukum delapan tersangka pada 2019.

Baca juga: Kirim Kapal Bersenjata ke Perairan Jepang, Pentagon Peringatkan China

Menurut laporan CNN, dokumen itudiajukan sehubungan dengan gugatan perdata Kanada pada awal tahun ini dan ditandatangani oleh seorang menteri Saudi yang "menyampaikan perintah Putra Mahkota".

"Menurut instruksi Yang Mulia Putra Mahkota," tulis menteri tersebut dalam dokumen yang dikutip oleh CNN. ”Segera setujui penyelesaian prosedur yang diperlukan untuk ini,” lanjut dokumen tersebut.



Pengajuan tersebut dilaporkan mengungkapkan bagaimana kepemilikan Sky Prime Aviation diperintahkan untuk ditransfer ke dana kekayaan negara senilai USD400 miliar pada akhir 2017, yang disebut Dana Investasi Publik. Kemudian, menurut CNN, para algojo menggunakan pesawat kompi dalam pembunuhan Khashoggi.

"Dia [Putra Mahkota Saudi] akan melacak [perusahaan] dan akan mengetahui bagaimana perusahaan itu digunakan," kata Dan Hoffman, mantan direktur Divisi Timur Tengah CIA.

”Dan itu hanya bukti yang lebih potensial bahwa dia tahu tentang ini. Yang selalu menjadi perdebatan. Ini hanya bukti lebih dari itu."

Faisal Gill, perwakilan mantan tunangan Khashoggi dalam gugatan federal terhadap Putra Mahkota MBS, mengatakan kepada CNN; ”Bukti apa pun yang pada dasarnya mengikat MBS dan lainnya, terutama secara langsung, yang kami yakini demikian, sangatlah penting."

Baca juga: Indonesia Diprotes, Kedutaannya di Myanmar Didemo



Khashoggi, orang dalam Riyadh, hilang pada Oktober 2018 setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul, Turki. Awalnya menyangkal mengetahui keberadaannya, Riyadh kemudian mengakui bahwa jurnalis tersebut telah dibunuh di dalam konsulat.

Kerajaan secara rutin membantah tuduhan bahwa anggota keluarga kerajaan, dan MBS khususnya, terkait dengan pembunuhan Khashoggi. Pada September 2020, Pengadilan Kriminal Saudi menjatuhkan hukuman penjara untuk delapan tersangka.

Pada hari Rabu, Axios melaporkan bahwa Presiden AS Joe Biden—yang mengatakan bahwa dia telah mengakrabkan dirinya dengan laporan intelijen yang akan diterbitkan pada hari Kamis yang melibatkan Putra Mahkota Saudi dalam pembunuhan Khashoggi—akan menelepon Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, pada 24 Februari.
(min)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top