Parlemen Eropa Keluarkan Resolusi Soal Uighur, China Naik Pitam

Sabtu, 21 Desember 2019 - 14:56 WIB
Parlemen Eropa Keluarkan...
Parlemen Eropa Keluarkan Resolusi Soal Uighur, China Naik Pitam
A A A
BEIJING - China menuduh Parlemen Eropa munafik setelah mengeluarkan resolusi menyerukan sanksi terhadap pejabat China atas perlakukan terhadap minoritas Muslim Uighur.

China menghadapi kecaman internasional karena mengumpulkan sekitar satu juta warga Uighur dan etnis minoritas Muslim lainnya di kamp-kamp interniran di wilayah barat laut Xinjiang.

Anggota Parlemen Eropa mengatakan bahwa catatan hak asasi manusia China telah memburuk dalam satu tahun terakhir. Mereka pun menyerukan pemerintah China untuk segera mengakhiri praktik penahanan sewenang-wenang tanpa tuduhan, persidangan atau hukuman.

Parlemen Eropa juga menyerukan sanksi yang ditargetkan dan membekukan aset, jika dianggap tepat dan efektif, terhadap pejabat China yang bertanggung jawab atas represi berat hak-hak dasar di Xinjiang. (Baca: Parlemen Eropa: China Harus Tutup Kamp Penjara Uighur )

Menanggapi resolusi tersebut, Beijing menyerukan Parlemen Eropa untuk mengabaikan standar ganda mereka tentang anti-terorisme dan berhenti mencampuri urusan dalam negeri China.

"Orang-orang Xinjiang dan orang-orang China memiliki hak yang lebih besar untuk berbicara (tentang situasi di Xinjiang) daripada mereka yang jauh di Eropa, yang belum pernah ke Xinjiang," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang pada konferensi pers reguler seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (21/12/2019).

Beijing awalnya membantah keberadaan kamp di Xinjiang, tetapi sekarang mengatakannya sebagai pusat pelatihan kejuruan yang diperlukan untuk memerangi terorisme.

Bulan lalu, New York Times memperoleh 403 dokumen tentang tindakan keras Beijing terhadap sebagian besar etnis minoritas Muslim di kawasan itu, termasuk pidato yang tidak dipublikasikan oleh Presiden China Xi Jinping, yang mendesak para pejabat untuk menunjukkan "sama sekali tidak ada ampun" kepada para ekstremis. (Baca: Bocoran Dokumen Ungkap Jawaban China Menahan Massal Keluarga Muslim )

Parlemen Eropa sebelumnya telah memberikan penghargaan hak asasi manusia kepada putri intelektual Uighur yang dipenjara, Ilham Tohti.

Jewher Ilham yang menerima Hadiah Sakharov atas nama ayahnya, seorang profesor ekonomi yang dipuji oleh parlemen sebagai suara moderat dan rekonsiliasi tetapi dikutuk oleh Beijing sebagai "teroris".
(ian)
Berita Terkait
Tanpa Alasan Jelas,...
Tanpa Alasan Jelas, China Hukum Ilmuwan Uighur Penjara Seumur Hidup
Kesepakatan Ekstradisi...
Kesepakatan Ekstradisi China Mengkhawatirkan Etnis Uighur di Turki
Nasib Uighur Dinilai...
Nasib Uighur Dinilai Masih Butuh Perhatian Publik Dunia
Pengadilan Independen...
Pengadilan Independen Inggris: China Lakukan Genosida terhadap Uighur
China Kecam Pengadilan...
China Kecam Pengadilan Independen Muslim Uighur
Ada Bukti China Ingin...
Ada Bukti China Ingin Hancurkan Minoritas Muslim di Xinjiang
Berita Terkini
Tiga Putra Hadir Doakan...
Tiga Putra Hadir Doakan Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Tetap Tak Muncul
39 menit yang lalu
Setelah Bikin Marah...
Setelah Bikin Marah Kim Jong-un, Korut Sukes Tembakkan Rudal dari Kapal Perang 5.000 Ton
1 jam yang lalu
Iran Kecam Trump karena...
Iran Kecam Trump karena Ancam Lenyapkan Semua Orang di Pemakaman Khamenei dengan Sekali Tembak
1 jam yang lalu
9 Fakta Diplomasi Ayat...
9 Fakta Diplomasi Ayat Suci Al-Quran pada Pemakaman Khamenei, Kirim Sinyal Bedakan Siapa Sekutu dan Musuh
4 jam yang lalu
Kenapa Para Jenderal...
Kenapa Para Jenderal Iran Bersumpah Akan Balas Dendam atas Kematian Khamenei?
5 jam yang lalu
Trump Telepon Putin...
Trump Telepon Putin pada Hari Kemerdekaan AS selama 1,5 Jam, Ini 5 Topik yang Dirundingkan
7 jam yang lalu
Infografis
6 Brigjen Naik Pangkat...
6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved