Ada Bukti China Ingin Hancurkan Minoritas Muslim di Xinjiang

Selasa, 09 Maret 2021 - 15:03 WIB
loading...
Ada Bukti China Ingin...
Laporan independen mengklaim bukti pemerintah China ingin menghancurkan minoritas Muslim di Xinjiang. Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Tindakan pemerintah China di Xinjiang diduga keras telah melanggar setiap ketentuan dalam Konvensi Genosida Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hal itu berdasarkan laporan independen lebih dari 50 pakar global dalam hak asasi manusia, kejahatan perang, dan hukum internasional.

Laporan tersebut, yang dirilis Selasa oleh lembaga pemikir Newlines Institute for Strategy and Policy di Washington, Amerika Serikat (AS). Laporan itu mengklaim bahwa pemerintah China memikul tanggung jawab negara atas genosida yang sedang berlangsung terhadap Muslim Uighur yang melanggar Konvensi Genosida PBB.

Ini adalah pertama kalinya sebuah organisasi non-pemerintah melakukan analisis hukum independen atas tuduhan genosida di Xinjiang, termasuk tanggung jawab apa yang mungkin ditanggung Beijing atas dugaan kejahatan tersebut.



Direktur prakarsa khusus di Newslines dan penulis laporan terbaru itu, Azeem Ibrahim mengatakan ada sangat banyak bukti untuk mendukung tuduhan genosida.

"Ini adalah kekuatan global utama, yang kepemimpinannya adalah arsitek genosida," katanya seperti dikutip dari CNN, Selasa (9/3/2021).

Menurut Konvensi Genosida PBB, dalam Pasal II dari konvensi tersebut, genosida adalah upaya untuk melakukan tindakan dengan maksud untuk menghancurkan, secara keseluruhan atau sebagian, suatu kelompok bangsa, etnis, ras atau agama.

Menurut konvensi ada lima cara di mana genosida dapat terjadi: membunuh anggota kelompok; menyebabkan cedera fisik atau mental yang serius pada anggota grup; dengan sengaja menimbulkan kondisi kehidupan yang diperhitungkan menyebabkan kehancuran fisiknya secara keseluruhan atau sebagian; memberlakukan tindakan yang dimaksudkan untuk mencegah kelahiran dalam kelompok; atau secara paksa memindahkan anak-anak dari kelompok tersebut ke kelompok lain.

Kelima definisi genosida yang diatur dalam konvensi tersebut diperiksa dalam laporan tersebut untuk menentukan apakah tuduhan terhadap pemerintah China memenuhi setiap kriteria tertentu.

Baca juga: Bantah Laporan Pemerkosaan, China Sebut Eks Napi Perempuan Uighur Pezina

"Mengingat sifat serius dari pelanggaran yang dipermasalahkan...laporan ini menerapkan standar pembuktian yang jelas dan meyakinkan," kata laporan itu.

Meskipun hanya melanggar satu tindakan dalam Konvensi Genosida akan dianggap sebagai temuan genosida. Laporan Newlines mengklaim bahwa pemerintah China telah memenuhi semua kriteria dengan tindakannya di Xinjiang.

"Kebijakan dan praktik China yang menargetkan Uighur di wilayah tersebut harus dilihat secara totalitas, yang berarti untuk menghancurkan Uighur sebagai sebuah kelompok, secara keseluruhan atau sebagian," klaim laporan itu.

Tidak ada hukuman atau hukuman khusus yang ditetapkan dalam konvensi tersebut bagi negara atau pemerintah yang telah melakukan genosida. Tetapi laporan Newlines mengatakan bahwa di bawah konvensi tersebut, 151 penandatangan lainnya memiliki tanggung jawab untuk bertindak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Taiwan Luncurkan Robot...
Taiwan Luncurkan Robot Anjing Bersenjata untuk Berbagai Misi
Gagal Minta Pertanggungjawaban...
Gagal Minta Pertanggungjawaban Israel, Iran Kecam Dewan Keamanan PBB
Bermusuhan dengan China,...
Bermusuhan dengan China, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Anggaran Militernya
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
Iran Diduga Gunakan...
Iran Diduga Gunakan Rudal China saat Tembak Jatuh Jet Tempur F-15 AS
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Rusia Bombardir Ukraina...
Rusia Bombardir Ukraina dengan Rudal dan Drone, Tewaskan Setidaknya 11 Orang
AS-Iran Saling Gempur...
AS-Iran Saling Gempur Lagi, Pemicunya Kapal Tanker Diserang
Rekomendasi
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Kronologi Wamen Imipas...
Kronologi Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK
Fakta Menarik Piala...
Fakta Menarik Piala Dunia 2026: Italia Gagal ke Piala Dunia, tapi Serie A Penyumbang Pemain Terbanyak
Berita Terkini
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Iran Klaim Rudal Patriot...
Iran Klaim Rudal Patriot AS yang Hancurkan Bandara Kuwait, Amerika Menyangkal
Rudal Patriot AS Makan...
Rudal Patriot AS Makan Tuan: Gagal Cegat Misil Iran, Malah Hancurkan Bandara Kuwait
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved