Setelah Lama Tertunda, NATO Terima Drone Pengintai Buatan AS

Rabu, 18 Desember 2019 - 05:03 WIB
Setelah Lama Tertunda,...
Setelah Lama Tertunda, NATO Terima Drone Pengintai Buatan AS
A A A
SIGONELLA - NATO akan menerima drone pengintai Global Hawk buatan Amerika Serikat (AS) pada Kamis (19/12). NATO akan memiliki lima drone itu pada 2022.

Drone tersebut merupakan yang kedua diterima dari sistem pengintai senilai total USD1,5 miliar (Rp21 triliun). Setelah beberapa tahun tertunda, sistem drone itu menurut NATO akan menjadi yang paling canggih di dunia, memberi pengintaian 24 jam secara hampir real time di darat dan laut, di luar perbatasan, serta memberi visibilitas lebih besar dibandingkan satelit.

"Ini menjadi jalan yang sangat, sangat panjang," ungkap Brigadir Jenderal Volker Samanns, manajer senior di sistem drone NATO Alliance Ground Surveillance (AGS).

Sistem drone itu pertama kali dibahas tiga dekade silam dan dijadwalkan beroperasi sejak 2017. Setelah menyelesaikan perselisihan kontrak terkait biayanya dengan manufaktur Northrup Grumman, drone pertama dikirimkan bulan lalu ke pangkalan udara Sigonella di Italia.

Setelah pengiriman drone kedua, tiga drone lagi akan datang pada musim panas mendatang.

"Kami pada dasarnya menciptakan angkatan udara kecil," kata dia di pangkalan udara di Sisilia, tempat NATO menunjukkan drone itu.

Drone itu dapat terbang hingga 30 jam di ketinggian tinggi dalam segala cuaca, melihat menembus awan dan badai untuk menghasilkan peta, foto dan data yang rinci untuk pada komandan militer.

15 anggota NATO telah mendanai akuisisi drone itu, termasuk Jerman, Polandia, AS dan Italia, serta stasiun darat yang dibangun Airbus.

Semua 29 aliansi akan memiliki akses pada intelijen yang dihasilkan sistem drone itu, termasuk lokasi-lokasi rudal di Rusia, aktivitas militan di Timur Tengah atau perompak di lepas pantai Afrika.

Drone-drone itu akan dikendalikan jarak jauh dari Sigonella dan akan terbang di ruang udara NATO, tapi juga dapat terbang lebih luas dalam konflik. Drone semakin penting dalam perang modern karena waktu terbang yang lama dan dapat mengumpulkan intelijen.
(sfn)
Berita Terkait
3 Orang Berpengaruh...
3 Orang Berpengaruh Rusia Lulusan Amerika Serikat
Senjata Amerika Serikat...
Senjata Amerika Serikat Sudah Ada di Lapangan Tembak Ukraina
10 Negara Sahabat Amerika...
10 Negara Sahabat Amerika Serikat, Mayoritas Anggota NATO
Putin Bongkar Masalah...
Putin Bongkar Masalah Utama Rusia dengan Amerika Serikat
Biden Galang Dukungan...
Biden Galang Dukungan G7 dan NATO, China: Amerika Serikat Sakit!
3 Negara yang Senang...
3 Negara yang Senang Jika Amerika Serikat Tinggalkan NATO, Siapa Saja?
Berita Terkini
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
16 menit yang lalu
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
1 jam yang lalu
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
2 jam yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
4 jam yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
5 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
7 jam yang lalu
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved