2010-2020 Jadi Dekade Terpanas Sepanjang Sejarah

Minggu, 15 Desember 2019 - 21:06 WIB
2010-2020 Jadi Dekade...
2010-2020 Jadi Dekade Terpanas Sepanjang Sejarah
A A A
NEW YORK - Badan PBB menuturkan, dekade antara tahun 2010 hingga 2020 menjadi dekade paling panas dalam sejarah. Itu disampaikan PBB dalam laporan tahunan yang menguraikan perubahan iklim melampaui kemampuan manusia untuk beradaptasi dengannya.

Organisasi Meterologi Dunia (WMO) mengatakan, suhu global sejauh ini tahun ini adalah 1,1 derajat Celcius di atas rata-rata pra-industri, menempatkan 2019 di jalur untuk berada di tiga besar tahun terhangat yang pernah tercatat.

"Emisi buatan manusia dari pembakaran bahan bakar fosil, membangun infrastruktur, menumbuhkan tanaman dan mengangkut barang berarti 2019 kemungkinan akan memecahkan rekor konsentrasi karbon atmosfer, mengunci pemanasan lebih lanjut," kata WMO, seperti dilansir Channel News Asia.

WMO menuturkan, lautan, yang menyerap 90 persen dari kelebihan panas yang dihasilkan oleh gas rumah kaca, sekarang berada pada suhu tertinggi yang pernah tercatat.

Laut dunia, papar WMO, sekarang seperempat lebih asam dari 150 tahun yang lalu, mengancam ekosistem laut yang vital di mana miliaran orang bergantung pada makanan dan pekerjaan.

Pada bulan Oktober, permukaan laut rata-rata global mencapai rekor tertinggi, dipicu oleh 329 miliar ton es yang hilang dari lapisan es Greenland dalam 12 bulan terakhir.

Laporan WMO mengungkapkan lebih dari 10 juta orang mengungsi secara internal pada paruh pertama 2019, tujuh juta secara langsung karena peristiwa cuaca ekstrem seperti badai, banjir dan kekeringan.

Pada akhir tahun, WMO mengatakan, jumlah orang yang mengungsi karena cuaca ekstrem bisa mencapai 22 juta orang. "Sekali lagi pada tahun 2019 risiko terkait cuaca dan iklim terpukul keras," kata Sekretaris Jenderal WMO, Petteri Taalas.

"Gelombang panas dan banjir yang dulunya merupakan peristiwa 'sekali dalam seabad' menjadi kejadian yang lebih teratur." sambungnya.

Taalas menambahkan, dengan hanya satu derajat Celcius lebih panas daripada masa pra-industri, 2019 telah menyaksikan gelombang panas mematikan di Eropa, Australia dan Jepang, superstorm menghancurkan Afrika tenggara, dan kebakaran hutan mengamuk di luar kendali di Australia dan California.

(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
34 menit yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
1 jam yang lalu
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
1 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
2 jam yang lalu
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
3 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
4 jam yang lalu
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved