Meaza Ashenafi, Hakim Mahkamah Agung Wanita Pertama di Ethiopia

Sabtu, 14 Desember 2019 - 21:01 WIB
Meaza Ashenafi, Hakim...
Meaza Ashenafi, Hakim Mahkamah Agung Wanita Pertama di Ethiopia
A A A
ADDIS ABABA - Meaza Ashenafi, namanya memang tidak santer terdengar, tapi dia adalah hakim Mahkamah Agung Federal wanita pertama Ethiopia. Dia bertekad mengembalikan kepercayaan publik pada sistem peradilan negaranya.

Diangkat oleh Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed pada November 2018, Meaza ditugaskan mereformasi seluruh sistem peradilan negaranya.

"Saya selalu percaya bahwa mempromosikan keadilan adalah tugas saya. Saya memutuskan mengambil posisi ini untuk mengembalikan kepercayaan publik pada peradilan," kata Meaza, seperti dilansir Al Jazeera.

"Saya tahu ini akan menjadi tugas yang sulit. Ada banyak harapan dari peradilan. Sejarah peradilan (di Ethiopia) tidak indah dan orang-orang berharap ini diperbaiki dan mereka ingin perubahan itu tidak besok, mereka menginginkannya hari ini," sambungnya.

Meaza sendiri adalah seorang perempuran yang tumbuh di Asosa, di selatan Addis Ababa, di masa anak perempuan tidak didorong untuk pergi ke sekolah. Tetapi Meaza bersikeras bahwa dia akan mendapatkan pendidikan, dan seperti yang diingat ibunya yang berusia 84 tahun, dia selalu berbeda.

Ibunya mengatakan, Meaza menolak melakukan pekerjaan rumah dan pergi ke pasar dengan gadis-gadis lain dan ketika kakak laki-lakinya dijemput di sekolah, Meaza selalu ingin ikut.

"Saya selalu menjadi pejuang. Saya tidak pernah dihentikan oleh tantangan," ucap pertemuan yang merupakan pengacara pembela hak-hak perempuan itu.

Pada tahun 1997, Meaza dan Asosiasi Pengacara Wanita Ethiopia datang untuk membela membela seorang gadis desa berusia 14 tahun yang diculik dalam upaya untuk memaksanya menikah, sebuah kebiasaan yang berakar dalam di Ethiopia yang dikenal sebagai 'telefa'.

"Itu adalah kasus yang menantang budaya. Gadis itu diculik dan dia membunuh penculiknya. Ini adalah pertama kalinya seorang wanita yang diculik menentang pelanggaran hak-haknya. Dan itu adalah pertama kalinya seseorang membawa kasus seperti itu ke pengadilan dan mempertahankannya," ungkapnya.

Kasus ini mengubah undang-undang penculikan pernikahan di negara itu.

Saat ini, Meaza merasa Ethiopia siap untuk berkembang pesat dengan gelombang kebijakan progresif baru dan keluar dari dekade kediktatoran dan konflik.

"Ethiopia saya beragam. Ethiopia saya adalah simbol kemerdekaan bagi Afrika. Ethiopia saya adalah tempat tantangan tetapi juga aspirasi. Ethiopia saya adalah tempat harapan. Ethiopia saya adalah tempat wanita pekerja keras dan cantik. Ethiopia saya adalah masa depan," tukasnya.
(sfn)
Berita Terkait
Ethiopia Tegaskan akan...
Ethiopia Tegaskan akan Habis-habisan untuk Kepung Ibu Kota Tigray
Seminggu Bertempur,...
Seminggu Bertempur, PM Ethiopia Nyatakan Kemenangan di Tigray
Ibu-ibu di Ethiopia...
Ibu-ibu di Ethiopia Histeris Anaknya Direkrut Paksa Buat Berperang
Setelah Warga, Ethiopia...
Setelah Warga, Ethiopia Desak Veteran Gabung dalam Perang Lawan Pemberontak Tigray
Kalah Perang, Pasukan...
Kalah Perang, Pasukan Tigray Bantai 120 Warga Sipil Ethiopia
PM Ethiopia Bersumpah...
PM Ethiopia Bersumpah Lancarkan Serangan Pamungkas ke Tigray
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
30 menit yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
2 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
2 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
3 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
4 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
5 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved