Tes Rudal Terlarang, China: AS Ingin Kembangkan Senjata Canggih

Sabtu, 14 Desember 2019 - 06:03 WIB
Tes Rudal Terlarang,...
Tes Rudal Terlarang, China: AS Ingin Kembangkan Senjata Canggih
A A A
BEIJING - Uji coba rudal balistik berbasis darat yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) mengundang cibiran dari China. Beijing menilai uji coba itu adalah bukti jika AS memang telah merencanakan sebelumnya untuk keluar dari Perjanjian Nuklir Jarak Menengah (INF).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying mengatakan, niat AS sebenarnya adalah membebaskan diri untuk mengembangkan rudal canggih dan mencari keuntungan militer sepihak.

Ia pun meminta masyarakat internasional harus "mempertajam matanya" dan bersama-sama menjaga sistem kendali senjata internasional saat ini.

Ia juga mendesak AS untuk meninggalkan mentalitas Perang Dingin dan pola pikir zero-sum game. Ia juga menyerukan agar AS berkontribusi pada keseimbangan dan stabilitas strategis global, serta perdamaian serta keamanan internasional dan regional seperti dilansir dari Xinhua, Sabtu (14/12/2019).

Pentagon telah melakukan dua uji coba rudal jelajah berbasis darat sejak AS menarik diri dari perjanjian INF pada Agustus lalu. Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan bahwa negara itu telah mulai mempersiapkan uji coba pada Februari ini. (Baca: AS Kembali Uji Coba Rudal Jelajah Jarak Menengah Berbasis Darat )

Perjanjian era Perang Dingin yang ditandatangani oleh AS dan Uni Soviet membatasi pengembangan, produksi, dan penyebaran rudal berbasis darat yang dapat menyerang di mana saja antara jarak 500 dan 5.500 kilometer.

Tes senjata ini dilakukan di tengah meningkatnya ketidakpastian tentang masa depan kendali senjata. Batasan perjanjian terakhir yang tersisa tentang senjata nuklir AS dan Rusia—perjanjian New START 2010—dijadwalkan berakhir pada Februari 2021. Perjanjian itu dapat diperpanjang selama lima tahun tanpa memerlukan negosiasi ulang persyaratan utamanya.

Namun, pemerintah Trump telah menunjukkan sedikit minat untuk memperpanjang perjanjian tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Pompeo: Obama Buat AS...
Pompeo: Obama Buat AS Dalam Bahaya dengan Patuhi Perjanjian INF
AS Keukeuh Masukkan...
AS Keukeuh Masukkan China dalam Perjanjian Kontrol Senjata Baru
AS-Filipina Gelar Pertemuan...
AS-Filipina Gelar Pertemuan Soal Perjanjian Pertahanan, China Waspada
Kecil Kemungkinan China...
Kecil Kemungkinan China Gabung Perjanjian Kontrol Senjata Rusia-AS
Rusia Tak akan Paksa...
Rusia Tak akan Paksa China Gabung Perjanjian Kontrol Senjata Nuklir
AS: Undang-undang Maritim...
AS: Undang-undang Maritim Baru China Langgar Perjanjian Internasional
Berita Terkini
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
31 menit yang lalu
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
1 jam yang lalu
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
9 jam yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
11 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
12 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
14 jam yang lalu
Infografis
4 Keunggulan Jet Tempur...
4 Keunggulan Jet Tempur Canggih J-35 Buatan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved