Minta DK PBB Gelar Pertemuan, Korut Sebut Tindakan AS Provokatif

Sabtu, 14 Desember 2019 - 01:01 WIB
Minta DK PBB Gelar Pertemuan,...
Minta DK PBB Gelar Pertemuan, Korut Sebut Tindakan AS Provokatif
A A A
SEOUL - Korea Utara (Korut) mengutuk keputusan Amerika Serikat (AS) yang menyerukan pertemuan Dewan Keamanan PBB. Utusan AS untuk PBB meminta negara-negara lain untuk menyesuaikan tindakannya dalam menanggapi ancaman atau provokasi dari Pyongyang.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut menyampaikan evaluasi dari pertemuan PBB tersebut. Ia menggambarkan keputusan AS untuk mengadakannya sebagai tindakan provokatif.

"Kami tidak akan pernah mentolerir AS karena menumbuhkan suasana tekanan terhadap Korea Utara dengan menjadi ujung tombak pertemuan publik DK PBB yang membahas masalah kami pada waktu yang sensitif seperti saat ini," kata pejabat Korut itu seperti dilaporkan kantor berita Korea Selatan (Korsel) Yonhap.

"AS melakukan tindakan bodoh seperti memukul kakinya sendiri dengan kapak dengan mengadakan rapat," pejabat itu melanjutkan.

"Itu juga memberi kita bantuan yang menentukan dalam mengambil keputusan dengan jelas tentang arah mana yang akan kita ambil," tukasnya seperti disitir dari Newsweek, Sabtu (14/12/2019).

Ancaman terselubung akan meningkatkan ketegangan menjelang tenggat waktu yang diberikan Korut kepada AS untuk lebih fleksibel dalam negosiasi, dengan laporan menyatakan Pyongyang mungkin bersiap untuk menguji uji coba rudal utama. Pyongyang baru-baru ini menjanjikan "hadiah Natal" untuk AS jika kebuntuan berlanjut. (Baca: Korut: Terserah Amerika Serikat Mau Hadiah Natal Apa? )

AS telah bekerja sama dengan Korsel untuk memantau tempat uji coba rudal Dongchang-ri di barat laut Pyongyang, tempat Korut mengklaim telah melakukan uji "sangat penting" pekan lalu. (Baca: Korut Lakukan Uji Coba Rahasia di Lokasi Peluncuran Satelit )

Sejak mencairnya hubungan dengan AS, pemimpin Korut Kim Jong-un telah menahan diri untuk tidak menguji coba rudal balistik antara benua atau hulu ledak nuklir. Sementara Presiden AS Donald Trump, yang tampaknya ingin mempertahankan apa yang dianggapnya sebagai kemenangan kebijakan luar negeri, telah mengabaikan tes senjata lainnya kendati ada protes dari para pembantu senior dan sekutu-sekutu regional Amerika.

Pembicaraan tentang denuklirisasi dan pemberian sanksi bantuan antara AS dan Korut tetap macet, meskipun terjadi beberapa pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Kim Jong-un.

Berbagai putaran pembicaraan telah gagal, dan tampaknya semakin tidak mungkin bahwa kedua belah pihak akan mencapai kesepakatan sebelum akhir masa jabatan pertama Trump.

Kim Jong-un sendiri telah menetapkan batas waktu akhir tahun bagi AS untuk memecah kebuntuan dengan strategi negosiasi baru, dan, sementara itu, telah melanjutkan pengujian berkala terhadap rudal jarak pendek dan menengah.
(ian)
Berita Terkait
Media Korsel Sebut Turis...
Media Korsel Sebut Turis AS yang Menyeberang ke Korut Seorang Tentara, Ini Identitasnya
Heboh, Turis AS Menyeberang...
Heboh, Turis AS Menyeberang ke Korea Utara Saat Tur
Laporan PBB: Kapal-kapal...
Laporan PBB: Kapal-kapal Korut Langgar Sanksi di Perairan China
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
5 Rudal Korea Utara...
5 Rudal Korea Utara yang Ditakuti Amerika Serikat
Soal Tentara AS yang...
Soal Tentara AS yang Membelot, Korut Beri Tanggapan Singkat
Berita Terkini
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji...
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji Ditandatangani, China Uji Coba Rudal di Pasifik
21 menit yang lalu
Kunjungan PM India ke...
Kunjungan PM India ke Indonesia Jadi Momentum Perkuat Dialog Perlindungan Minoritas
30 menit yang lalu
Kapal Pesiar Supermewah...
Kapal Pesiar Supermewah Diduga Milik Putin Muncul Dikawal Kapal Perang Rusia, Dibuntuti Pasukan NATO
1 jam yang lalu
Sidang Pemakzulan Digelar,...
Sidang Pemakzulan Digelar, Nasib Wakil Presiden di Ujung Tanduk
2 jam yang lalu
Seruan Bunuh Trump Menggema...
Seruan 'Bunuh Trump' Menggema dalam Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
3 jam yang lalu
Rudal-rudal Rusia Hujani...
Rudal-rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina Jelang KTT NATO, 8 Orang Tewas
4 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved