Assad: Rusia Penyeimbang Peran Negatif AS dan Turki di Suriah

Rabu, 11 Desember 2019 - 20:13 WIB
Assad: Rusia Penyeimbang...
Assad: Rusia Penyeimbang Peran Negatif AS dan Turki di Suriah
A A A
DAMASKUS - Eropa, Amerika Serikat (AS), dan Turki adalah pemain utama dalam menciptakan kekacauan dan mendukung terorisme di Suriah. Penempatan pasukan Rusia di timur Suriah adalah untuk menyeimbangkan peran negatif mereka.

Hal itu diungkapkan oleh Presiden Suriah Bashar al-Assad. Menurutnya, Eropa adalah pemian utama dalam menciptakan kekacauan di Suriah dengan mendukung para teroris sejak awal, beberapa rezim seperti Prancis bahkan mengirim persenjataan.

“Mereka mengirim senjata; mereka menciptakan kekacauan ini. Itulah sebabnya banyak orang merasa sulit untuk tinggal di Suriah; jutaan orang tidak bisa tinggal di sini sehingga mereka harus keluar dari Suriah," kata Assad seperti dikutip dari Asharq Al-Awsat, Rabu (11/12/2019).

Assad mengatakan hal itu dalam sebuah wawancara dengan TV Italia Rai News24 pada 26 November 2019 lalu dan yang diharapkan akan disiarkan pada 2 Desember. Namun kemudian TV pemerintah Suriah menyiarkan wawancara itu setelah TV Italia menahan diri untuk tidak melakukannya.

Ditanya tentang peran Rusia di Suriah, Assad mengatakan bahwa Rusia percaya bahwa hukum internasional, dan tatanan internasional yang didasarkan padanya, adalah untuk kepentingan mereka dan untuk kepentingan semua orang di dunia.

Dia mengindikasikan bahwa dengan mendukung Suriah, Moskow mendukung hukum internasional, dan menambahkan bahwa menentang teroris adalah demi kepentingan rakyat Rusia dan seluruh dunia.

Presiden Suriah itu mengindikasikan bahwa ia hanya akan bertemu dengan mantan sekutu Presiden Turki Tayyip Erdogan jika kepentingan negaranya menyerukannya untuk itu.

"Saya selalu mengatakan bahwa pekerjaan saya bukan untuk bahagia dengan apa yang saya lakukan. Ini bukan tentang perasaan saya, ini tentang kepentingan Suriah, jadi ke mana pun kepentingan kita pergi, saya akan pergi," ujarnya.

Dalam komentar pertamanya tentang perkembangan terakhir di Lebanon, Assad mengatakan itu akan mempengaruhi Suriah lebih dari negara lain karena mereka adalah negara tetangga.

"Tapi sekali lagi, jika ini spontan dan ini tentang reformasi dan menyingkirkan sistem politik sektarian, itu akan baik untuk Lebanon," cetusnya.

Mengenai merekonstruksi Suriah, Assad menjelaskan bahwa dana tersedia, tetapi masalahnya adalah bahwa sanksi mencegah pengusaha atau perusahaan untuk datang dan bekerja di negara tersebut.

“Beberapa perusahaan asing sudah mulai menemukan cara untuk menghindari sanksi ini dan kami sudah mulai merencanakan. Ini akan lambat, tanpa sanksi kita tidak akan punya masalah dengan pendanaan," tegasnya.
(ian)
Berita Terkait
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
Pengakuan Trump : Ingin...
Pengakuan Trump : Ingin Bunuh Presiden Suriah, Bashar al-Assad
Apakah Rusia Dukung...
Apakah Rusia Dukung Bashar al-Assad?
Suriah Bergejolak, Rusia...
Suriah Bergejolak, Rusia Nilai Hubungannya dengan Turki
Apakah Amerika Serikat...
Apakah Amerika Serikat Danai Pemberontak Suriah Gulingkan Assad? Ini Jawabannya
3 Negara Diuntungkan...
3 Negara Diuntungkan Tumbangnya Rezim Assad di Suriah, 2 di Antaranya Anggota NATO
Berita Terkini
4 Alasan Wapres Filipina...
4 Alasan Wapres Filipina Sara Duterte Terancam Dimakzulkan, Konflik dengan Presiden hingga Terjerat Skandal Korupsi
32 menit yang lalu
Menhan Israel Ancam...
Menhan Israel Ancam Bunuh Para Pemimpin Iran Pengganti Khamenei
1 jam yang lalu
Demi Moral, Turki Tolak...
Demi Moral, Turki Tolak Berlabuh Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
2 jam yang lalu
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji...
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji Ditandatangani, China Uji Coba Rudal di Pasifik
2 jam yang lalu
Kunjungan PM India ke...
Kunjungan PM India ke Indonesia Jadi Momentum Perkuat Dialog Perlindungan Minoritas
2 jam yang lalu
Kapal Pesiar Supermewah...
Kapal Pesiar Supermewah Diduga Milik Putin Muncul Dikawal Kapal Perang Rusia, Dibuntuti Pasukan NATO
3 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved