Bela Palestina, Erdogan Serukan 57 Negara OKI Keroyok Israel

Rabu, 11 Desember 2019 - 01:59 WIB
Bela Palestina, Erdogan...
Bela Palestina, Erdogan Serukan 57 Negara OKI Keroyok Israel
A A A
ISTANBUL - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan 57 negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) bersatu untuk melawan Israel. Seruan dibuat untuk membela rakyat Palestina yang oleh Erdogan disebut mengalami penindasan esktrem oleh rezim Zionis.

Pemimpin Turki itu membuat ajakan ketika berpidato pada Sesi Pertama Konferensi Tingkat Menteri OKI tentang Pembangunan Sosial di Istanbul hari Senin. OKI yang berganggotakan 57 negara, termasuk Indonesia, memiliki populasi kolektif lebih dari 1,8 miliar Muslim.

Menurut Erdogan rezim Israel telah mengeksekusi warga Palestina secara terbuka di jalanan. "Sayangnya, situasi di Palestina dan di bagian yang tidak terpisahkan, Al-Quds, semakin buruk dari hari ke hari," kata Erdogan, menggunakan Al-Quds untuk kota Yerusalem, sebagaimana dikutip Breaking Israel News.

"Sikap Israel yang tidak mengenal hak, hukum, keadilan atau kemanusiaan terus memperdalam krisis di wilayah tersebut sehingga merugikan umat Islam," katanya lagi.

"Kita hari ini melihat wajah (orang) Palestina di jalan-jalan di mana gadis, ayah, ibu, orang tua, anak-anak, dan orang muda yang tidak bersalah dieksekusi secara terbuka dan dibunuh tanpa ampun oleh Israel," kata Erdogan.

"Terlebih lagi, negara-negara Barat dan—saya menyesal mengatakan—beberapa negara Arab praktis mendorong kebrutalan Israel ini. Kami, sebagai Turki, sebagian besar waktu merasa diri kami ditinggalkan dalam keberatan kami terhadap penindasan di Al-Quds dan Palestina."

“Kami akan terus menegakkan kebenaran dan keadilan dan mendukung yang tertindas dengan segala cara. Kami tidak akan pernah berhenti membela tujuan Al-Quds dan hak-hak Palestina atau bertindak dalam solidaritas dengan semua yang tertindas," ujarnya, yang juga dilansir Times of Israel, Selasa (10/12/2019).

"Semakin baik kita melindungi anak-anak, wanita, orang lanjut usia, dan cacat terhadap ancaman Barat, semakin kita melindungi struktur keluarga kita," katanya.

Retorika Erdogan dalam melawan Israel bukan sekali ini dilontarkan. Sebuah laporan tahun 2018 dari Middle East Media Research Institute (MEMRI) mengungkap skenario yang mungkin akan muncul jika Erdogan menindaklanjuti dengan ancamannya untuk memanfaatkan OKI untuk membentuk pasukan melawan Israel dan Barat.

Laporan itu didasarkan pada sebuah artikel di surat kabar Turki, Yeni Şafak, outlet media yang berafiliasi erat dengan Erdogan dan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berkuasa. Artikel berjudul "Panggilan untuk Tindakan Mendesak" yang juga muncul di situs web surat kabar itu dengan judul "Bagaimana Jika Pasukan Islam Dibentuk Melawan Israel?" menyerukan negara-negara anggota OKI untuk membentuk tentara gabungan bernama "Pasukan Islam" guna mengepung dan menyerang negara Israel.

Artikel tersebut membahas secara spesifik dan menjelaskan secara rinci bagaimana pasukan seperti itu akan membanjiri Negara Yahudi.

Menurut artike itu, jika negara anggota OKI bersatu dan membentuk pasukan militer gabungan, itu akan menjadi tentara terbesar di dunia. "Total populasi negara-negara ini adalah 1.674.526.931 (jiwa). Jumlah tentara yang bertugas aktif di negara-negara ini setidaknya 5.206.100 (personel). Anggaran pertahanan militer (keseluruhan) mereka sebesar USD174.728.420, juga layak ditekankan," bunyi bagian artikel tersebut.

"Adapun Israel, secara signifikan lebih rendah," lanjut artikel itu. “Populasi negara ini, yang berusaha untuk menduduki Yerusalem sementara dikelilingi oleh negara-negara Muslim, adalah 8.049.314 (jiwa). Perhatikan bahwa populasi Istanbul saja melebihi 14 juta (jiwa). Jumlah tentara yang aktif dalam pasukan pendudukan (Israel) adalah 160.000 personel, dan anggaran pertahanan (Israel) adalah sekitar USD15.600.000.000.

Sebagai perbandingan, militer Amerika Serikat (AS) memiliki 1.281.900 tentara aktif, kurang dari seperempat dari Tentara Islam yang diusulkan. Anggaran militer AS sekitar USD580 miliar, lebih dari 30 kali lipatnya dari anggaran pertahanan "Pasukan Islam" seperti yang diusulkan.
(mas)
Berita Terkait
Erdogan: Dunia Islam...
Erdogan: Dunia Islam Harus Bersatu Melawan Serangan Israel!
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
AS: Belum Ada Kesepakatan...
AS: Belum Ada Kesepakatan Normalisasi Israel-Arab Saudi
Amerika Serikat Desak...
Amerika Serikat Desak Pemimpin Palestina Diganti, PLO Tak Terima
Erdogan: Dunia Harus...
Erdogan: Dunia Harus Tahu tentang Negara Teror Israel
Erdogan: Tidak Ada yang...
Erdogan: Tidak Ada yang Bisa Merebut Tanah Palestina
Berita Terkini
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
1 jam yang lalu
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
2 jam yang lalu
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
2 jam yang lalu
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
2 jam yang lalu
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
4 jam yang lalu
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
5 jam yang lalu
Infografis
Akankah Pengakuan Negara...
Akankah Pengakuan Negara Palestina Hentikan Perang Gaza?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved