China Balas Kritik Kepala Dewan HAM PBB

Senin, 02 Desember 2019 - 05:05 WIB
China Balas Kritik Kepala...
China Balas Kritik Kepala Dewan HAM PBB
A A A
BEIJING - China membalas kritik Kepala Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB Michelle Bachelet yang mendukung penyelidikan independen terhadap dugaan kebrutalan polisi selama protes anti-pemerintah di Hong Kong baru-baru ini. China menuduh Bachelet telah mengobarkan "kekerasan radikal".

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Minggu (1/12), Chen Yaou, juru bicara misi permanen China untuk PBB, melancarkan serangan pedas terhadap apa yang disebutnya "artikel keliru" oleh Bachelet. Artikel itu diterbitkan dalam sebuah opini di Saturday's Post.

Dalam artikel itu, Bachelet mendesak pemerintah Hong Kong untuk mengadakan "investigasi yang dipimpin oleh hakim yang independen dan tidak memihak" terhadap perilaku polisi di protes sebagai bagian dari langkah-langkah membangun kepercayaan. Bachelet juga mengatakan, pemerintahan yang dipimpin oleh Carrie Lam Cheng Yuet-ngor perlu memprioritaskan dialog "bermakna, inklusif" untuk menyelesaikan kerusuhan sosial yang telah masuk bulan keenam.

Menurut Chen, China "sangat menentang" artikel Bachelet. Ia mengatakan, Bachelet telah mencampuri urusan dalam negeri China dan hanya akan mendorong para pemrotes untuk menggunakan kekerasan yang lebih radikal.

"Artikel komisioner tinggi, yang mencampuri urusan dalam negeri China dan memberikan tekanan pada pemerintah dan polisi SAR Hong Kong, hanya akan memberanikan para perusuh untuk melakukan kekerasan radikal yang lebih parah," katanya.

“(Artikel) melanggar tujuan dan prinsip Piagam PBB. Pihak China telah mengajukan perwakilan yang kuat kepada komisaris tinggi dan kantornya,” lanjut Chen, seperti dikutip dari South China Morning Post.

Chen mengatakan, pemerintah pusat akan terus mendukung Lam, bahwa protes telah secara serius menginjak-injak aturan hukum dan ketertiban umum, dan menantang prinsip "satu negara, dua sistem".

Dia bersikeras polisi telah melakukan pengekangan sepenuhnya di bawah tekanan luar biasa dan membuat pengorbanan besar, sementara pemerintah kota telah melakukan upaya besar dalam menjangkau masyarakat.
(esn)
Berita Terkait
China Murka AS dan Inggris...
China Murka AS dan Inggris Singgung UU Kemananan Hong Kong di DK PBB
Donald Trump Perintahkan...
Donald Trump Perintahkan Status Khusus Hong Kong Dihapus
Tidak Setia pada China,...
Tidak Setia pada China, Politisi dan Pejabat Hong Kong Dilarang Menjabat
Pemimpin Hong Kong Carrie...
Pemimpin Hong Kong Carrie Lam Terima Surat Berisi Silet dan Ancaman
Menteri Hong Kong Bela...
Menteri Hong Kong Bela UU Keamanan Bentukan China
Mengapa Hong Kong Ingin...
Mengapa Hong Kong Ingin Undang Undang Keamanan Nasional yang Baru?
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
4 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
5 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
6 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
7 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
8 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
9 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved