Pengadilan Tolak Permintaan Zuma untuk Hentikan Dakwaan Korupsi

Jum'at, 29 November 2019 - 21:03 WIB
Pengadilan Tolak Permintaan...
Pengadilan Tolak Permintaan Zuma untuk Hentikan Dakwaan Korupsi
A A A
JOHNANNESBURG - Pengadilan Afrika Selatan menolak permintaan mantan Presiden Jacob Zuma yang ingin dakwaan kasus korupsinya terkait kesepakatan senjata USD2 miliar segera dihentikan.

Keputusan itu membuat pengadilan Zuma dalam kasus itu akan segera dimulai pada Februari 2020. Zuma telah menjabat sejak 2009 hingga 2018. Dia sebelumnya juga mengajukan penghentian terhadap 18 dakwaan penipuan, pemerasan dan pencucian uang terkait kesepakatan senjata dengan perusahaan pertahanan Prancis, Thales pada 1990-an.

Pada pertengahan Oktober, Pengadilan Tinggi Pietermaritzburg menolak aplikasi Zuma dan Thales untuk penghentian dakwaan. Zuma mengajukan banding atas keputusan itu tapi pada Jumat (29/11), pengadilan tetap menolak banding tersebut.

Zuma dituduh menerima dana USD34.000 per tahun dari Thales pada 1999, dengan imbalan melindungi perusahaan dari investigasi kesepakatan itu. Zuma menganggap berbagai tuduhan terhadapnya memiliki motif politik.

Thales dikenal sebagai Thompson-CSF pada 1999. Perusahaan itu menyatakan tidak tahu terjadi pelanggaran oleh para pegawainya terkait pemberian sejumlah kontrak.

Otoritas Kejaksaan Nasional Afrika Selatan (NPA) awalnya mengajukan dakwaan terhadap Zuma satu dekade lalu, tapi kemudian menghentikan sementara sebelum Zuma berhasil maju untuk presiden pada 2009. Setelah sejumlah permintaan dan lobi partai-partai oposisi, NPA mengajukan kembali dakwaan pada Maret 2018.
(sfn)
Berita Terkait
Indonesia Dorong Aksi...
Indonesia Dorong Aksi Nyata Pemberdayaan Perempuan di G20 Afrika Selatan
4 Alasan Afrika Selatan...
4 Alasan Afrika Selatan Selalu Jadi Pusat Pergeseran Tatanan kekuatan Global pada 2025
Gedung Parlemen Afrika...
Gedung Parlemen Afrika Selatan di Cape Town Terbakar
Presiden Afsel Berupaya...
Presiden Afsel Berupaya Pertahankan Kekuasaan di Tengah Skandal Korupsi
25.000 Tentara Dikerahkan...
25.000 Tentara Dikerahkan untuk Redam Kerusuhan di Afrika Selatan
Kerusuhan Afrika Selatan...
Kerusuhan Afrika Selatan Menggila, 212 Orang Tewas Secara Brutal
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
58 menit yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
2 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
3 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
4 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
5 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
6 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved