UE Sebut Trump sebagai Masalah Utama Eropa
Kamis, 28 November 2019 - 20:32 WIB
UE Sebut Trump sebagai Masalah Utama Eropa
A
A
A
BRUSSELS - Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk mengatakan, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump merupakan salah satu tantangan terbesar bagi Uni Eropa (UE). Alasanya, karena Trump berharap akan kehancuran UE.
Trump seperti diketahui menyambut keputusan Inggris untuk meninggalkan UE, dengan menyebut Eropa sebagai "musuh" perdagangan. Selain itu, Trump juga mempertanyakan kredibilitas NATO.
“Untuk pertama kalinya dalam sejarah, ada seorang presiden Amerika yang secara terbuka menentang Eropa bersatu. Dia mendukung Brexit dan berdoa untuk perpecahan UE,” kata Tusk dalam sebuah pernyataan.
Tusk, seperti dilansir PressTV pada Kamis (28/11/2019), kemudian menggambarkan Trump sebagai seseorang yang bertekad untuk melemahkan UE. "Ini adalah mungkin tantangan yang paling sulit bagi UE," ungkapnya.
Di akhir masa jabatannya sebagai Presiden Dewan Eropa, Tusk memang semakin gamblang mengungkapkan pemikirannya. Sebelumnya, Tusk mengatakan, ia terus meyakinkan para pemimpin Eropa bahwa Rusia adalah masalah strategis UE, bukan mitra strategis.
"Saya harus secara terbuka mengingatkan orang lain, hampir setiap minggu, bahwa Rusia bukan mitra strategis kami, tetapi masalah strategis kami. Saya bahkan dicap sebagai 'monomaniac', karena begitu fokus pada masalah ini," ucap Tusk beberapa waktu lalu.
Menurut Tusk, fokus utamanya adalah mempertahankan persatuan Eropa, sedangkan kebijakan agresif Kremlin adalah tantangan utama untuk mencapai tujuan tersebut.
"Saya tidak ragu bahwa tujuan strategis Vladimir Putin tidak hanya untuk mendapatkan kembali kendali atas wilayah bekas Uni Soviet, tetapi juga untuk secara sistematis melemahkan UE dengan memprovokasi perpecahan internal," tukasnya.
Trump seperti diketahui menyambut keputusan Inggris untuk meninggalkan UE, dengan menyebut Eropa sebagai "musuh" perdagangan. Selain itu, Trump juga mempertanyakan kredibilitas NATO.
“Untuk pertama kalinya dalam sejarah, ada seorang presiden Amerika yang secara terbuka menentang Eropa bersatu. Dia mendukung Brexit dan berdoa untuk perpecahan UE,” kata Tusk dalam sebuah pernyataan.
Tusk, seperti dilansir PressTV pada Kamis (28/11/2019), kemudian menggambarkan Trump sebagai seseorang yang bertekad untuk melemahkan UE. "Ini adalah mungkin tantangan yang paling sulit bagi UE," ungkapnya.
Di akhir masa jabatannya sebagai Presiden Dewan Eropa, Tusk memang semakin gamblang mengungkapkan pemikirannya. Sebelumnya, Tusk mengatakan, ia terus meyakinkan para pemimpin Eropa bahwa Rusia adalah masalah strategis UE, bukan mitra strategis.
"Saya harus secara terbuka mengingatkan orang lain, hampir setiap minggu, bahwa Rusia bukan mitra strategis kami, tetapi masalah strategis kami. Saya bahkan dicap sebagai 'monomaniac', karena begitu fokus pada masalah ini," ucap Tusk beberapa waktu lalu.
Menurut Tusk, fokus utamanya adalah mempertahankan persatuan Eropa, sedangkan kebijakan agresif Kremlin adalah tantangan utama untuk mencapai tujuan tersebut.
"Saya tidak ragu bahwa tujuan strategis Vladimir Putin tidak hanya untuk mendapatkan kembali kendali atas wilayah bekas Uni Soviet, tetapi juga untuk secara sistematis melemahkan UE dengan memprovokasi perpecahan internal," tukasnya.
(esn)