AS Pulangkan Migran Honduras Pertama ke Negara Asal

Minggu, 24 November 2019 - 06:03 WIB
AS Pulangkan Migran...
AS Pulangkan Migran Honduras Pertama ke Negara Asal
A A A
GUATEMALA CITY - Erwin Ardon menjadi migran Honduras pertama yang dikirim kembali ke Amerika Tengah oleh kebijakan baru pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat (22/11) waktu lokal.

Hilang sudah harapan Ardon, 23, untuk berkumpul keluarganya yang kini tinggal di AS. Setelah perjalanan sulit ke utara, Ardon yang pernah bekerja sebagai petani di pantai utara Honduras itu menghabiskan waktu tiga hari di kota perbatasan AS, El Paso, Texas.

Dia kemudian terbang ke Guatemala, salah satu negara yang sudah dia lalui saat perjalanan mencapai Texas. Kini Guatemala oleh kebijakan baru AS dianggap sebagai negara ketiga aman untuk para pencari suaka itu.

Kesepakatan baru memungkinkan petugas imigrasi AS memaksa para migran pencari suaka di perbatasan AS-Meksiko untuk terlebih dulu mengajukan suaka di negara-negara yang telah mereka lalui. Berbagai organisasi bantuan imigran mendesak agar aturan baru itu dicabut namun Mahkamah Agung (MA) AS mengizinkan kebijakan itu tetap berlaku.

Ardon berbicara pada Reuters di dalam mobil dari penampungan migran di ibu kota Guatemala menuju kota asalnya di Colon, Honduras. Colon merupakan wilayah berbahaya yang penuh kartel narkoba. Dia tidak mau mengajukan suaka di Guatemala dan memilih kembali ke Honduras.

"Ini sulit karena saya telah berada di dalam wilayah AS dan kemudian mereka memulangkan saya," katanya dengan suara lirih. Meski demikian dia mengaku tidak takut.

Dia menjelaskan, "Mereka mengatakan sekarang mereka tidak memberi suaka, jadi tidak masuk akal bagi saya untuk tetap di sana. Jadi saya harus menandatangani kertas yang saya tidak paham."

Saat tiba di AS, dia berharap keluarganya akan menemuinya. "Seharusnya mereka datang menjemput saya. Saya menunggu lebih dari dua jam. Mereka tak pernah menjemput saya," ujar dia.

Ardon tiba pada Jumat (22/11) siang di pusat migran di Omoa, dekat perbatasan Guatemala. Dari sana, dia dibawa kembali ke negara asalnya.
(sfn)
Berita Terkait
Ribuan Imigran Honduras...
Ribuan Imigran Honduras Mulai Perjalanan Menuju Amerika Serikat
Honduras Lantik Presiden...
Honduras Lantik Presiden Wanita Pertama, Wapres AS Janji Perkuat Hubungan
Selamatkan Diri dari...
Selamatkan Diri dari Pandemi dan Badai, Ribuan Imigran Berjalan Kaki Menuju AS
Bandar Narkoba Mengaku...
Bandar Narkoba Mengaku Suap Presiden Honduras Agar Tidak Diektradisi ke AS
AS Batalkan Kerjasama...
AS Batalkan Kerjasama Suaka Era Trump dengan Tiga Negara
Badai Iota Terjang Amerika...
Badai Iota Terjang Amerika Tengah, Rusak Rumah dan Picu Banjir
Berita Terkini
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Israel Bakal Sendirian Melawan Iran Jika Tingkatkan Konflik!
22 menit yang lalu
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
2 jam yang lalu
Iran Hentikan Serangan...
Iran Hentikan Serangan Balasan yang Menyakitkan ke Israel
4 jam yang lalu
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
6 jam yang lalu
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
10 jam yang lalu
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
11 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved