Akui Permukiman Ilegal Israel, AS Jadi Bulan-bulanan di Pertemuan DK PBB

Kamis, 21 November 2019 - 16:51 WIB
Akui Permukiman Ilegal...
Akui Permukiman Ilegal Israel, AS Jadi Bulan-bulanan di Pertemuan DK PBB
A A A
NEW YORK - Amerika Serikat (AS) menjadi bulan-bulanan di dan setelah pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB, sebagai dampak perubahan kebijakan mereka terkait permukiman di Tepi Barat. Mulai dari Rusia, Indonesia, hingga China melemparkan kecaman keras kepada AS dalam pertemuan DK PBB.

Nickolay Mladenov, Utusan Khusus PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah, membuka pertemuan DK PBB dengan menyatakan penyesalan atas tindakan AS. Dia menegaskan kembali posisi PBB bahwa pemukiman, berdasarkan resolusi DK PBB pada Desember 2016 adalah pelanggaran mencolok hukum internasional.

Duta Besar Indonesia untuk PBB, Dian Triansyah Djani, menyebut pengumuman AS itu tidak bertanggung jawab dan provokatif. "Secara tak terbantahkan merupakan aneksasi de facto dan merupakan penghalang bagi upaya perdamaian berdasarkan solusi dua negara," ucap pria yang kerap disana Trian tersebut.

Kecaman terhadap AS tidak berhenti di dalam ruang sidang pertemuan. Setelah pertemuan Duta Besar dari 10 anggota dtidak tetap, bersama Wakil Duta Besar Jerman untuk PBB, Jurgen Shultz membacakan pernyataan bersama yang mengecam perubahan kebijakan AS tersebut.

"Kegiatan pemukiman Israel ilegal, mengikis kelangsungan solusi dua negara dan merusak prospek untuk perdamaian yang adil, abadi dan komprehensif" sebagaimana ditegaskan oleh resolusi dewan 2016, kata pernyataan itu, seperti dilansir PressTV pada Kamis (21/11/2019).

Pernyataan itu juga menyerukan Israel untuk mengakhiri semua aktivitas permukiman dan menyatakan keprihatinan atas seruan kemungkinan aneksasi daerah-daerah di Tepi Barat.

Sebelum pertemuan itu, Duta Besar Inggris untuk PBB, Karen Pierce, yang juga mewakili negara Uni Eropa (UE) mengatakan bahwa semua kegiatan pemukiman ilegal di bawah hukum internasional dan itu mengikis kelayakan solusi dua negara dan prospek perdamaian abadi.

Duta Besar Palestina untuk PBB, Riyad Mansour kemudian menyatakan ucapanterima kasih kepada 14 negara DK PBB dan komitmen mereka terhadap hukum internasional. Mansour mengatakan bahwa ke-193 negara anggota PBB diwajibkan untuk menerapkan semua resolusi DK, termasuk pada ilegalitas semua permukiman.

"Pemerintah AS sekali lagi membuat pengumuman ilegal tentang permukiman Israel untuk menyabot setiap peluang untuk mencapai perdamaian, keamanan dan stabilitas di wilayah kami dan untuk rakyat kami. Kami sangat menolak dan mengutuk deklarasi yang melanggar hukum dan tidak bertanggung jawab ini, kami menganggapnya sebagai batal secara hukum, politik, historis dan moral," ucapnya.
(esn)
Berita Terkait
Kowani Hadiri Sidang...
Kowani Hadiri Sidang CSW ke-67 di Markas PBB
5 Syarat Menjadi Sekjen...
5 Syarat Menjadi Sekjen PBB, Salah Satunya Memiliki Jaringan dan Pergaulan Internasional
4 Tugas Berat Sekjen...
4 Tugas Berat Sekjen PBB, dari CEO hingga Penjaga Perdamaian
Siapa Saja Sekjen PBB...
Siapa Saja Sekjen PBB dari Masa ke Masa? 2 Orang Berasal dari Asia
Dinilai Sudah Tak Berfungsi,...
Dinilai Sudah Tak Berfungsi, Sekjen PBB Serukan Reformasi Lembaga Multilateral Dunia
Belum Bayar Iuran PBB,...
Belum Bayar Iuran PBB, Iran Terancam Kehilangan Hak Suara
Berita Terkini
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
20 menit yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
1 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
2 jam yang lalu
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
2 jam yang lalu
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
3 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
4 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved