Trump Frustrasi dan Kecewa dengan PM Israel Netanyahu

Senin, 18 November 2019 - 07:52 WIB
Trump Frustrasi dan...
Trump Frustrasi dan Kecewa dengan PM Israel Netanyahu
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump dan pemerintahannya merasa frustrasi dan kecewa dengan politik Israel secara umum dan dengan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu pada khususnya.

Hal itu diungkap para pejabat senior Gedung Putih yang berbicara dengan rekan-rekan Israel mereka dengan syarat anonim.

"Orang Amerika berkecil hati dan frustrasi oleh politik Israel dan krisis politik saat ini, yang telah mencegah Gedung Putih mengungkap bagian politik dari 'Kesepakatan Abad Ini," kata sumber-sumber Gedung Putih, merujuk pada rencana perdamaian Timur Tengah rancangan pemerintah Trump yang lama tertunda untuk diumumkan.

Para sumber menambahkan bahwa Presiden Donald Trump di masa lalu mengakui merasa sangat kecewa dengan Netanyhau dan telah berbicara tentang dia secara negatif.

Masih menurut sumber, Trump telah memutuskan untuk menjauhkan diri dari PM Netanyahu setelah kegagalannya untuk mengamankan kemenangan yang pasti dalam pemilu 9 April dan membentuk pemerintahan, meskipun bantuan presiden diterima pemimpin Israel selama ini. "Presiden tidak suka pecundang," kata salah satu sumber Gedung Putih, seperti dikutip dari Ynet, Senin (18/11/2019).

Sebelum pemungutan suara pemilu 9 April, Netanyahu diundang ke Gedung Putih, tempat Trump secara resmi mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah berdaulat Israel dan menunjuk Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran sebagai organisasi teroris asing.

Namun, selama kampanye dan menjelang pemilu 17 September 2019, perilaku Trump terhadap Netanyahu telah berubah.

Dia tidak menulis "cek kosong" untuk Netanyahu selama kampanye itu dan tidak membuat pernyataan atau janji yang keras. Satu-satunya yang penting adalah tweet, di mana Trump bersumpah untuk membentuk aliansi keamanan dengan Israel.

Selain itu, mantan Menteri Luar Negeri Rex Tillerson mengatakan dua bulan lalu dalam sebuah acara di Universitas Harvard bahwa Netanyahu "mempermainkan" Trump pada beberapa kesempatan dengan memberinya informasi yang salah.

"Dalam berurusan dengan Bibi (panggilan untuk Netanyahu), selalu berguna untuk membawa skeptisisme yang sehat dalam diskusi Anda dengannya," kata Tillerson kala itu. "Itu mengganggu saya bahwa sekutu yang sedekat itu dan penting bagi kita akan melakukan itu pada kita," paparnya.
(mas)
Berita Terkait
Trump Lebih Suka Deal...
Trump Lebih Suka Deal dengan Musuh, AS Sedang Tinggalkan Israel?
Hubungan Trump-Netanyahu...
Hubungan Trump-Netanyahu Retak Makin Dalam, Keduanya Saling Frustrasi
3 Alasan Donald Trump...
3 Alasan Donald Trump Mengusir Para Simpatisan Palestina dari Amerika Serikat
Trump: Netanyahu Tak...
Trump: Netanyahu Tak Pernah Berniat Berdamai dengan Palestina
Kediaman Resmi Dubes...
Kediaman Resmi Dubes AS di Tel Aviv Dibeli Pendonor Pro-Israel
PM Israel Netanyahu...
PM Israel Netanyahu Melawan Seruan AS soal Pembentukan Negara Palestina
Berita Terkini
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
27 menit yang lalu
Aneh tapi Nyata, Gunung...
Aneh tapi Nyata, Gunung Berapi Ini Muntahkan Emas Setiap Hari
1 jam yang lalu
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
2 jam yang lalu
Horor! Jendela Pesawat...
Horor! Jendela Pesawat Terlepas di Tengah Penerbangan, Seorang Penumpang Nyaris Tersedot Keluar
2 jam yang lalu
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
3 jam yang lalu
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
3 jam yang lalu
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved