Sekutu Netanyahu Tolak Aneksasi Tepi Barat

Jum'at, 17 Juli 2020 - 22:37 WIB
loading...
Sekutu Netanyahu Tolak...
Pemukiman di Tepi Barat. Foto/Watch Jerusalem
A A A
TEL AVIV - Mitra koalisi utama Perdana Menteri Israel , Benjamin Netanyahu, menginginkan untuk mengesampingkan aneksasi Tepi Barat yang direncanakan dan alih-alih fokus pada peningkatan kondisi bagi pemukim Yahudi dan Palestina di wilayah pendudukan. Hal itu diungkapkan oleh dua menteri kabinet Israel.

Mantan jenderal Benny Gantz dan Netanyahu yang konservatif setuju untuk mulai membahas pencaplokan pada 1 Juli, tetapi rencana itu - yang sudah dihadang oleh serangan balik diplomatik - telah dikesampingkan oleh kebangkitan virus Corona.

Gantz mengatakan krisis kesehatan harus didahulukan dari setiap langkah Tepi Barat yang mungkin mengobarkan konflik dengan Palestina. Tepi Barat yang diduduki Israel adalah bagian dari wilayah yang direbut Israel dalam perang Timur Tengah 1967.

Netanyahu bisa melakukannya sendiri dalam menyatakan kedaulatan Israel atas permukiman Tepi Barat dan Lembah Jordan yang strategis. Tetapi keraguan Gantz telah mempersulit upaya Israel untuk menghadirkan sebuah front persatuan tentang aneksasi dan bagaimana mereka bisa cocok dengan rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk perdamaian Timur Tengah.

Sementara Gantz - yang popularitasnya merosot sejak ia memutuskan hubungan dengan aliansi oposisi untuk bergabung dengan Netanyahu pada Maret - telah membatasi pengaruh politik, perannya sebagai menteri pertahanan juga menempatkannya secara langsung bertanggung jawab atas kegiatan sipil di Tepi Barat.

Alon Schuster, menteri pertanian Israel dan anggota partai Biru-Putih Gantz, mengatakan dia bekerja untuk mencapai budidaya dan bukan aneksasi sekarang untuk para petani Tepi Barat.

"Kita perlu membawa air ke Lembah Yordania - untuk Israel dan Palestina yang tinggal di sana, dengan cara - dan untuk meningkatkan listrik," kata Schuster kepada stasiun radio Tel Aviv 102 FM.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
AS Bombarir Iran untuk...
AS Bombarir Iran untuk Keempat Kalinya, Teheran Sebut Kejahatan Perang
Senator AS yang Desak...
Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
Adara Ajak Masyarakat...
Adara Ajak Masyarakat Berkarya untuk Al-Aqsa dan Palestina melalui Art & Craft for Palestine
AS Serang Abadan dan...
AS Serang Abadan dan Mahshahr di Iran Barat, Wilayah Perbatasan Jadi Sasaran
Perang Meluas, Kelompok...
Perang Meluas, Kelompok Houthi Serang Arab Saudi
Rekomendasi
Prabowo Pimpin Rapat...
Prabowo Pimpin Rapat 5 Jam soal Koperasi Desa Merah Putih di Istana, Ini Hasilnya
Pemerintah Diminta Percepat...
Pemerintah Diminta Percepat Penanganan Pengungsi Konflik Papua dan Tindak Tegas KKB
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
Berita Terkini
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved