Damaskus Desak Kurdi Gabung Ke Dalam Militer Suriah
Kamis, 31 Oktober 2019 - 16:57 WIB
Damaskus Desak Kurdi Gabung Ke Dalam Militer Suriah
A
A
A
DAMASKUS - Pemerintah Suriah telah menyerukan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi untuk bergabung dengan jajaran militer Suriah untuk melawan musuh bersama. Seruan ini datang di tengah masih digelarnya operasi yang dilancarkan Turki di timur laut Suriah.
Kementerian Pertahanan Suriah, seperti dilansir PressTV pada Kamis (31/10/2019), menyatakan kesiapannya untuk menerima para anggota SDF yang bersedia bersatu dengan militer Suriah melawan musuh bersama.
"Angkatan Darat dan Komando Umum Angkatan Bersenjata siap menerima anggota dan unit-unit yang bersedia untuk bergabung dari kelompok-kelompok ini dan untuk menyelesaikan status mereka yang belum bergabung dengan wajib, dinas militer cadangan dan yang dicari," kata kementerian itu.
"Kami di Suriah menghadapi musuh bersama, dan kami harus berkorban ketika orang-orang Suriah bersatu, termasuk orang Arab dan Kurdi, untuk memulihkan setiap jengkal wilayah Suriah yang dicintai," sambungnya.
Awal bulan ini, Washington mengejutkan dunia dengan tiba-tiba meninggalkan sekutu lama Kurdi di Suriah timur laut dan mengumumkan penarikan pasukan dalam menghadapi serangan Turki terhadap Kurdi.
Merasa dikhianati oleh Amerika Serikat (AS), para militan Kurdi meminta bantuan kepada Damaskus, menandatangani kesepakatan yang ditengahi Rusia dengan pemerintah Suriah, di mana Kurdi mengizinkan Damaskus untuk mengerahkan pasukan di sepanjang perbatasan dengan Turki untuk mencegah agresi Ankara.
Sebuah nota kesepahaman 10 poin antara Turki dan Rusia mengakhiri serangan Suriah, tetapi Ankara terus mengancam untuk melanjutkan operasi jika ketentuan-ketentuan kesepakatan itu tidak dihormati.
Kementerian Pertahanan Suriah, seperti dilansir PressTV pada Kamis (31/10/2019), menyatakan kesiapannya untuk menerima para anggota SDF yang bersedia bersatu dengan militer Suriah melawan musuh bersama.
"Angkatan Darat dan Komando Umum Angkatan Bersenjata siap menerima anggota dan unit-unit yang bersedia untuk bergabung dari kelompok-kelompok ini dan untuk menyelesaikan status mereka yang belum bergabung dengan wajib, dinas militer cadangan dan yang dicari," kata kementerian itu.
"Kami di Suriah menghadapi musuh bersama, dan kami harus berkorban ketika orang-orang Suriah bersatu, termasuk orang Arab dan Kurdi, untuk memulihkan setiap jengkal wilayah Suriah yang dicintai," sambungnya.
Awal bulan ini, Washington mengejutkan dunia dengan tiba-tiba meninggalkan sekutu lama Kurdi di Suriah timur laut dan mengumumkan penarikan pasukan dalam menghadapi serangan Turki terhadap Kurdi.
Merasa dikhianati oleh Amerika Serikat (AS), para militan Kurdi meminta bantuan kepada Damaskus, menandatangani kesepakatan yang ditengahi Rusia dengan pemerintah Suriah, di mana Kurdi mengizinkan Damaskus untuk mengerahkan pasukan di sepanjang perbatasan dengan Turki untuk mencegah agresi Ankara.
Sebuah nota kesepahaman 10 poin antara Turki dan Rusia mengakhiri serangan Suriah, tetapi Ankara terus mengancam untuk melanjutkan operasi jika ketentuan-ketentuan kesepakatan itu tidak dihormati.
(esn)