Polisi Buru Pria Vietnam Dalang 'Kontainer 39 Mayat' di Inggris

Rabu, 30 Oktober 2019 - 15:30 WIB
Polisi Buru Pria Vietnam...
Polisi Buru Pria Vietnam Dalang 'Kontainer 39 Mayat' di Inggris
A A A
HANOI - Temuan truk kontainer berisi 39 mayat warga asing di Essex, Inggris, berbuntut panjang. Polisi Vietnam sedang memburu pria warga setempat yang dituduh sebagai salah satu dalang penyelundupan manusia tersebut.

Sosok pria Vietnam yang diburu polisi itu diketahui bernama Truong. Dia dituduh sebagai kepala "cincin global" penyelundupan manusia di negara tersebut, yang meraup keuntungan dari keluarga yang putus asa.

Dari 39 jasad di truk kontainer, 24 di antaranya diyakini berasal dari provinsi Ha Tinh dan Nghe An, Vietnam. Puluhan korban lainnya diyakini sebagai warga China. (Baca: SMS Menyayat Hati Terduga 'Kontainer 39 Mayat' di Inggris )

"Sekalipun geng-geng (penyelundup manusia) ini suka bersembunyi di bayang-bayang, nama mereka dibisikkan di komunitas," kata sumber polisi setempat, seperti dikutip Daily Mirror, Rabu (30/10/2019).

"Ketika mereka sekarang mengancam keluarga-keluarga yang diselundupkan dengan kekerasan untuk membuat mereka tetap diam, setiap hari polisi membangun gambar tentang operasi yang Truong awasi," ujarnya.

Menurut Daily Mirror, Truong adalah orang tua Pham Thi Tra My, 26, perempuan yang meninggal di truk kontainer setelah mengirim SMS kepada ibunya. Ibu korban mengklaim putrinya telah membayar uang senilai USD22.000, sebagai bagian pertama dari biaya USD40.000 untuk menyelundupkan perempuan muda itu ke Eropa.

Saudara korban mengatakan itu adalah upaya kedua Pham untuk memasuki Inggris, setelah sebelumnya ditangkap dan dipulangkan melintasi Selat Inggris.

Polisi juga memburu dua pria bersaudara atas tuduhan perdagangan manusia dan pembunuhan orang. Ronan Hughes, 40, dan Christopher Hughes, 34, asal Armagh di Irlandia Utara yang menjalankan bisnis pengangkutan barang ikut terlibat dalam kasus penyelundupan manusia tersebut.

"Menemukan dan berbicara kepada dua bersaudara sangat penting. Kami percaya mereka berada di Irlandia Utara tetapi mereka juga memiliki kaitan dengan Republik Irlandia," kata Kepala Detektif Kepolisian Essex, Stuart Hooper, yang memimpin penyelidikan.

Truk kontainer berpendingin berisi 39 mayat itu ditemukan di sebuah taman industri di Essex, Rabu pekan lalu. Ke-39 jasad itu terdiri dari delapan jasad perempuan dan 31 jasad pria.

Sopir truk, Mo Robinson, 25, asal; Craigavon, Irlandia Utara, menghadapi 39 dakwaan pembunuhan, konspirasi untuk lalu lintas penyelundupan manusia dan pencucian uang. Dia akan muncul di Old Bailey (Pengadilan Kriminal Pusat) di London bulan depan.
(mas)
Berita Terkait
Kapal Perang Inggris...
Kapal Perang Inggris Terobos Selat Taiwan Menuju Vietnam
5 Alasan Vietnam Diperebutkan...
5 Alasan Vietnam Diperebutkan AS dan China
Vietnam: Latihan Militer...
Vietnam: Latihan Militer Beijing Ganggu Negosiasi Kode Perilaku di LCS
Aksi China Picu Kemarahan...
Aksi China Picu Kemarahan Vietnam : Membahayakan Perdamaian
Intelijen Inggris Fokus...
Intelijen Inggris Fokus Hadapi Ancaman Serangan Digital China
Usai Porak Porandakan...
Usai Porak Porandakan China, Topan Talim Hantam Vietnam
Berita Terkini
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
17 menit yang lalu
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
52 menit yang lalu
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
3 jam yang lalu
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
5 jam yang lalu
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
6 jam yang lalu
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
6 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved