Erdogan Tuntut AS Serahkan Komandan Militer Kurdi ke Turki
Jum'at, 25 Oktober 2019 - 14:54 WIB
Erdogan Tuntut AS Serahkan Komandan Militer Kurdi ke Turki
A
A
A
ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan mendesak Amerika Serikat (AS) untuk menyerahkan komandan pasukan Kurdi. Erdogan bersikeras ia adalah seorang buronan teroris.
Pasukan Demokrat Suriah (SDF), yang dipimpin oleh militan Kurdi YPG, adalah sekutu AS dalam perang melawan ISIS. Pasukan ini dipimpin oleh Mazloum Abdi.
"Mazlum dengan nama sandi ini adalah seorang teroris yang dicari dengan red notice (dikeluarkan oleh Interpol)," kata Erdogan dalam sebuah wawancara dengan media Turki.
"Amerika harus menyerahkan orang ini," imbuhnya seperti dikutip dari Al Araby, Jumat (25/10/2019).
Erdogan mengatakan dia mengkritik Trump secara langsung melalui telepon awal bulan ini atas surat dari Abdi yang dikirim bersamaan dengan surat Trump yang dicemoohnya.
"Saya berkata kepadanya, 'Itu sama sekali tidak pantas, saya mengutuk sikap ini'," tambah pemimpin Turki itu.
Meski begitu Erdogan mengatakan ia masih berencana pergi ke AS untuk bertemu Trump pada 13 November.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump dalam sebuah tweetnya mengatakan bahwa ia telah berbicara dengan Mazlum Abdi dan sangat menikmati percakapan itu.
"Dia menghargai apa yang telah kita lakukan, dan saya menghargai apa yang telah dilakukan oleh suku Kurdi," kata presiden AS itu.
Hubungan antara AS dan Turki memburuk setelah Ankara melancarkan serangan lintas perbatasan terhadap milisi Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) pada 9 Oktober.
Meskipun ada lampu hijau awal dari Trump, presiden AS di bawah tekanan dari Kongres dan menyetujui kesepakatan dengan Ankara pada 17 Oktober untuk mengakhiri operasinya dengan imbalan penarikan YPG dari zona 120 kilometer.
Menyusul kunjungan Wakil Presiden AS Mike Pence, Turki setuju untuk menangguhkan serangan selama lima hari sementara pejuang YPG menarik diri.
Operasi kemudian berakhir dengan wilayah sepanjang 120 kilometer antara Tal Abyad dan Ras al-Ain di bawah kendali Turki dan proksi Suriahnya.
Pasukan Demokrat Suriah (SDF), yang dipimpin oleh militan Kurdi YPG, adalah sekutu AS dalam perang melawan ISIS. Pasukan ini dipimpin oleh Mazloum Abdi.
"Mazlum dengan nama sandi ini adalah seorang teroris yang dicari dengan red notice (dikeluarkan oleh Interpol)," kata Erdogan dalam sebuah wawancara dengan media Turki.
"Amerika harus menyerahkan orang ini," imbuhnya seperti dikutip dari Al Araby, Jumat (25/10/2019).
Erdogan mengatakan dia mengkritik Trump secara langsung melalui telepon awal bulan ini atas surat dari Abdi yang dikirim bersamaan dengan surat Trump yang dicemoohnya.
"Saya berkata kepadanya, 'Itu sama sekali tidak pantas, saya mengutuk sikap ini'," tambah pemimpin Turki itu.
Meski begitu Erdogan mengatakan ia masih berencana pergi ke AS untuk bertemu Trump pada 13 November.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump dalam sebuah tweetnya mengatakan bahwa ia telah berbicara dengan Mazlum Abdi dan sangat menikmati percakapan itu.
"Dia menghargai apa yang telah kita lakukan, dan saya menghargai apa yang telah dilakukan oleh suku Kurdi," kata presiden AS itu.
Hubungan antara AS dan Turki memburuk setelah Ankara melancarkan serangan lintas perbatasan terhadap milisi Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) pada 9 Oktober.
Meskipun ada lampu hijau awal dari Trump, presiden AS di bawah tekanan dari Kongres dan menyetujui kesepakatan dengan Ankara pada 17 Oktober untuk mengakhiri operasinya dengan imbalan penarikan YPG dari zona 120 kilometer.
Menyusul kunjungan Wakil Presiden AS Mike Pence, Turki setuju untuk menangguhkan serangan selama lima hari sementara pejuang YPG menarik diri.
Operasi kemudian berakhir dengan wilayah sepanjang 120 kilometer antara Tal Abyad dan Ras al-Ain di bawah kendali Turki dan proksi Suriahnya.
(ian)