Duta SDGs Indonesia Kritik Polusi Plastik Laut di Forum Internasional

Kamis, 24 Oktober 2019 - 22:47 WIB
Duta SDGs Indonesia...
Duta SDGs Indonesia Kritik Polusi Plastik Laut di Forum Internasional
A A A
OSLO - Duta SDGs (Pembangunan Berkelanjutan) Indonesia, Billy Mambrasar, mengkritik polusi plastik laut yang terjadi di seluruh dunia dalam Konferensi Pembangunan Laut Berkelanjutan di Oslo, Norwegia.

Konferensi digelar di Clarion Hotel Hub, Oslo, Norwegia, dan dibuka resmi oleh Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg, serta diikuti dengan pidato pembukaan oleh Menteri Pembangunan Internasional Norwegia Dag-Inge Ulstein.

Acara itu juga dihadiri beberapa tokoh negara, seperti Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry, dan beberapa kepala negara terundang. Konferensi diinisiasi oleh Sustainable Ocean Alliance—sebuah organisasi yang bermitra dengan United Nations Environmental Program—dan lembaga-lembaga internasional di bidang lingkungan laut.

Acara tahunan tersebut menghadirkan 200 delegasi dari 50 negara. Indonesia sendiri selalu memperoleh porsi delegasi, yang tahun ini dihadiri oleh perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Billy Mambrasar Duta SDGs Indonesia untuk tahun 2019-2021.

Billy menyampaikan Ide tentang menjaga lingkungan laut dari bahaya polusi dan pencemaran.

Dalam sesi pitch di hari pertama konferensi, Billy yang juga adalah pimpinan pergerakan Papua Muda Inspiratif (PMI) menyayangkan kondisi laut Indonesia yang sangat tercemar.

Indonesia merupakan negara yang membuang sampah plastik terbanyak nomor dua di dunia setelah China. Hal ini sangat membahayakan keindahan alam laut Indonesia yang sangat luas, dan merusak ekosistem yang sangat beragam.

"Saya pikir, kita semua sebagai anak muda, kalau kita melihat pemerintah kita malas, lalai, dan lamban menyelesaikan permasalahan ini, jangan hanya duduk berpangku tangan, jangan hanya diam, we have to do something, put some actions, and move forward!," kata Billy dalam pidatonya.

Billy, yang merupakan putra Papua dari Teluk Cenderawasih, memberikan contoh bagaimana dia dan teman-temannya membuat sebuah aksi.

Aksi itu dimulai dari ide untuk mengubah sampah-sampah plastik menjadi produk-produk berharga yang dapat dijual dan memberikan penghasilan kepada masyarakat.

Dia menceritakan perusahaan yang dia dirikan bersama empat rekannya; Kitong Bisa Enterprise. Perusahaan itu baru saja membuat pelatihan bisnis mengubah sampah plastik menjadi produk berharga. Pelatihan yang digelar bersama Universitas Melborune, Australia, berlangsung di Sorong, Provinsi Papua Barat.

Tugas menghadiri Konferensi Pembangunan Laut Berkelanjutan ini menjadi tugas Billy pertama sebagai Duta Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Indonesia tahun 2019-2021. "Sebenarnya keahlian spesifik saya adalah di pembangunan dan pelibatan sosial, serta pendidikan. Akan tetapi sebagai Duta Pembangunan Berkelanjutan, tentu saya juga harus menguasai isu-isu lain seperti isu lingkungan laut, yang merupakan satu dari 17 tujuan pembangunan berkelanjutan. Saya harus professional, dan siap untuk mempelajari berbagai hal," papar duta lulusan Universitas Oxford Inggris tersebut, seperti dalam keterangan pers yang diterima SINDOnews.com, Kamis (24/10/2019).

Billy ditunjuk mejadi duta setelah diseleksi oleh Menteri Bappenas sebelumnya, Bambang Brodjonegoro, dari ratusan anak muda Indonesia lain yang telah bekerja membangun Indonesia secara berkelanjutan dalam berbagai bidang. Bersama Billy, yang juga bertugas sebagai Duta SDGs Indonesia adalah Vania Herlambang, Putri Indonesia Lingkungan Hidup 2018; dan Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, putri Presiden Ke-4 Indonesia Abdurrahman Wahid.
(mas)
Berita Terkait
2 Sekjen PBB yang Pernah...
2 Sekjen PBB yang Pernah Mengundurkan Diri, Salah Satunya dari Asia Tenggara
Festival Prajurit Viking...
Festival Prajurit Viking Tampilkan Pertempuran Kerajaan Masa Lampau
Norwegia Ajukan Rancangan...
Norwegia Ajukan Rancangan Resolusi PBB Desak Israel Penuhi Kewajiban Hukumnya di Gaza
Indonesia Tolak Tuduhan...
Indonesia Tolak Tuduhan Vanuatu di Sidang Umum PBB
Siapa Marius Borg Hoiby?...
Siapa Marius Borg Hoiby? Putra Putri Mahkota Norwegia yang Jadi Terdakwa Kasus Pemerkosaan
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Berita Terkini
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
37 menit yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
1 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
1 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
2 jam yang lalu
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
3 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved