Turki: Kesepakatan dengan AS Bukan Gencatan Senjata

Jum'at, 18 Oktober 2019 - 16:52 WIB
Turki: Kesepakatan dengan...
Turki: Kesepakatan dengan AS Bukan Gencatan Senjata
A A A
ANKARA - Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu mengatakan, kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS) tidak bisa dianggap sebagai gencatan senjata dengan Kurdi. AS-Turki sepakat untuk untuk menunda operasi Turki di Suriah selama 120 jam untuk memfasilitasi penarikan milisi Kurdi Suriah ke jarak sekitar 30 kilometer dari perbatasan dengan Turki.

Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan Wakil Presiden AS, Mike Pence di Ankara. Pertemuan itu diketahui berlangsung lebih dari 4 jam.

"Kami menangguhkan Operasi Musim Semi Perdamaian selama 120 jam agar Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan Pasukan Pertahanan Nasional (NDF) untuk menarik diri (dari zona keamanan). Ini bukan gencatan senjata," kata Cavusoglu, seperti dilansir Tass pada Jumat (18/10/2019).

Dia lalu mengatakan bahwa Ankara dan Washington setuju bahwa NDF akan menyerahkan persenjataan berat dan menghancurkan benteng mereka. "Namun, ini tidak berarti bahwa militer kami akan meninggalkan (zona tempur). Kami akan tetap di sana," ungkapnya.

Cavusoglu menambahkan bahwa pihaknya tidak mengesampingkan kemungkinan kunjungan Erdogan ke Washington untuk bertemu dengan Presiden AS, Donald Trump.

"Kami menganggap bahwa undangan Trump untuk mengunjungi Washington masih terbuka. Saya berharap harapan kami terpenuhi dan kami akan dapat mengatur kunjungan itu," tegasnya.

Sementara itu, sebelumnya para pemimpin Uni Eropa (UE) mengatakan mereka mencatat adanya gencatan senjata yang dicapai antara Turki dan Amerika Serikat (AS) di Suriah. Namun, mereka mengatakan, gencatan senjata tidak cukup dan mendesak Turki untuk segera angkat kaki dari Suriah.

"Dewan Eropa mencatat pengumuman AS-Turki malam ini tentang penghentian semua operasi militer. Ini lagi-lagi mendesak Turki untuk mengakhiri aksi militernya, untuk menarik pasukannya dan untuk menghormati hukum kemanusiaan internasional," ujarnya.
(esn)
Berita Terkait
Timnas Indonesia Dibungkam...
Timnas Indonesia Dibungkam Inggris 0-3 di Piala Dunia Amputasi
Banyak Bangunan Ambruk...
Banyak Bangunan Ambruk Saat Gempa, Turki Tahan 180 Orang
Hikmah di Balik Bencana,...
Hikmah di Balik Bencana, Perbatasan Armenia-Turki Dibuka untuk Pertama Kalinya
Jaga Amanah 106 Tahun,...
Jaga Amanah 106 Tahun, Keluarga Palestina Serahkan Uang Tentara Turki Utsmani
Harapan di Tengah Reruntuhan...
Harapan di Tengah Reruntuhan Gempa Dahsyat Turki-Suriah
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan...
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan ke Turki
Berita Terkini
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
1 jam yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
2 jam yang lalu
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
6 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
7 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
8 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
9 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved